PSI: UU Pemilu Tak Larang Partai Baru Dukung Calon Presiden

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA –“Rencana KPU melarang parpol baru mengkampanyekan capres dan cawapres perlu ditinjau kembali. Tidak ada aturan yang melarang partai baru untuk mendukung calon presiden dan wakil presiden, meski UU Pemilu 2017 memang menyebutkan Pengusung Presiden adalah partai politik yang memiliki kursi di DPR. Tapi tak ada kata larangan di sana.”

Demikian pernyataan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Satia Chandra Wiguna melalui keterangan pers, Rabu (21/3/2018).

Hal ini Menaggapi pernyataan Anggota KPU Hasyim Asy’ari yang mengatakan KPU akan menegaskan aturan tentang larangan bagi partai politik baru untuk mengkampanyekan capres dan cawapres di Pemilu 2019,

“Perlu didiskusikan terlebih dahulu sebelum dijadikan draft PKPU antara KPU, Parpol, LSM bahkan Akedemisi,“ ujar Chandra sambil menambahkan bahwa “Demokrasi di Republik ini bakal menurun jika aturan itu jadi diterapkan.”

Di daerah parpol baru sudah diminta mendukung paslon Pilkada. Hadirnya parpol baru menambah warna tersendiri, karena membawa ide-ide segar dan baru terhadap paslon yang didukung. Parpol lama yang memiliki kursi di parlemen juga sangat terbuka menerima parpol baru.

“Di beberapa daerah PSI sudah diminta untuk mendukung salah satu pasangan calon di Pilkada serentak 2018. Bahkan, sudah ada yang bergabung di sekretariat bersama tim sukses dan KPUD setempat, dan tidak ada masalah. Kenapa untuk kampanye capres dan Cawapres dilarang? Ini menjadi pertanyaan besar,” tanya Chandra.

Menurut Chandra, dalam pasal 222 UU Pemilu Nomor 7 Tahun 2017 tidak ada aturan yang melarang partai baru untuk mendukung capres dan cawapres.

“Hubungan yang erat antara capres dan cawapres dengan parpol bukan sekadar perolehan kursi di parlemen semata,” tegas Chandra.

Kesamaan ideologi, visi misi, dan cita-cita dalam membangun Indonesia, lanjut Chandra, menjadi tolak ukur hubungan antara capres dan cawapres.

Semua parpol, baru maupun lama berkewajiban turut mengkampanyekan ide-ide dan gagasan capres dan cawapres.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *