Siapa ketua tim kampanye Jokowi-Maruf Amin?

Sumber

Sekretaris Jenderal Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Johnny G. Plate mengatakan, ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin tinggal menunggu pengumuman. Nama ketua tim kampanye tersebut rencananya akan disampaikan Senin (20/8).  / Facebook

Koalisi Indonesia Kerja akan mengumumkan ketua tim kampanye Joko Widodo-Maruf Amin pada hari ini, Senin (20/8).

Sekretaris Jenderal Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Johnny G. Plate mengatakan, ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin tinggal menunggu pengumuman. Nama ketua tim kampanye tersebut rencananya akan disampaikan Senin (20/8). 

“Tim kampanye nasional sudah hampir rampung seluruhnya dan tinggal menunggu daftar atau calon ketua tim kampanye nasional yang nanti akan disampaikan oleh pasangan calon, Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf,” ujar Johnny di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (19/8). 

Johnny dan timnya berharap nama ketua tim bisa disampaikan ke KPU besok siang (20/8) sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka akan berangkat dari posko cemara ke kantor KPU bersama-sama.

Soal kemungkinan Jokowi menunjuk ketua tim dari luar Partai Politik (parpol), Johnny mengatakan hal tersebut tak menjadi masalah. “Parpolnya sendiri tidak mempermasalahkan dari unsur mana. Ini sepenuhnya diserahkan kepada pak Jokowi dan kiai Ma’ruf. Tentu yang diharapkan adalah ketua tim nanti merupakan seorang konduktor yang akan mengorkestra Pilpres ini dengan baik,” kata Johnny.

Johnny mengatakan di dalam tim kampanye, mereka akan menambahkan dua posisi baru, yaitu Koordinator Pemenangan Pilpres yang diisi oleh mantan ketua-ketua Badan pemenang Pemilu (Bapilu) dari setiap partai politik, dan pengarah teritorial yang akan diisi oleh gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, wali kota, wakil wali kota atau kepala daerah dari unsur partai koalisi.

Nah, keseluruhan jumlah tim kampanye nasional sekitar 112 orang, ini dilengkapi juga dengan dewan pengarah yang adalah eks officio ketua-ketua umum partai politik koalisi dan dewan penasehat yaitu unsur tokoh masyarakat dan tokoh senior dari partai politik,” jelas pria kelahiran Ruteng, NTT tersebut.

Johnny mengatakan timnya telah  melakukan analisis pemetaan wilayah yang bisa menjadi kantung bagi Jokowi-Ma’ruf. Selain itu, timnya juga telah memetakan wilayah-wilayah yang gagal dimenangkan Jokowi pada Pemilu 2014 lalu. 

“Memang kami melakukan analisis landscape, memang betul ada 9 daerah atau 9 provinsi yang jadi tekanan. Ini kami amati betul dan itu kami lakukan analisis dengan baik. Daerah-daerah itu di antaranya Aceh, Sumatra Barat, Jawa Barat, Banten, NTB, dan ada beberapa lainnya,” jelas Johnny. 

Johnny mengungkapkan harapan Jokowi sebagai presiden dan calon presiden adalah agar pemilu kali ini diisi dengan pemilu yang menggembirakan, tetap menjaga keramahtamahan dan silaturahmi. “Pemilu diisi dengan kontestasi gagasan, kontestasi program, kontestasi misi, kontestasi integritas, ajang kontestasi track record atau kerja nyata yang pernah dilakukan,” kata Johnny.

Dirinya dan timnya tidak berharap dan tidak menginginkan jika pemilu diisi sebagai ajang peperangan atau ajang permusuhan. “Kami berharap kampanye-kampanye diisi dengan program-program dan kinerja yang realistis. Bukan harapan-harapan palsu apalagi ilusi-ilusi. Ya kita berharap bahwa kontestasi ini tidak diisi dengan populisme peyoratif, kita dikasih harapan-harapan mustahil yang seolah-olah berpihak pada rakyat, bangsa, masyarakat, dan sebenarnya tidak mungkin dilakukan,” tegas Johnny.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *