Tiga Kecamatan di Kukar Ini Disebut Tingkat Partisipasi di Pemilu Paling Minim

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG – Sekretaris Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Rinda Desianti mengemukakan, secara nasional tingkat partisipasi masyarakat dalam Pemilu mangalami tren penurunan sejak pemilihan langsung 2004.

Jumlah pemilihnya sedikit dan suara tidak sahnya malah meningkat.

“Di Kukar, ada 3 kecamatan yang tingkat partisipasi pemilihnya sangat rendah, yakni Sangasanga, Muara Muntai dan Tenggarong. Tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilu selalu di bawah 60 persen,” ujar Rinda yang jadi salah seorang narasumber dalam Sosialisasi Pengawasan Partisipatif dalam Pilgub Kaltim 2018 di Hotel Suites Elty Lesong Batu Tenggarong, Sabtu (24/3/2018).

Baca: Ustadz Somad Datang ke Balikpapan, Pedagang di BIC Berharap Tuai Rezeki

Ia mengatakan, Sangasanga merupakan kota kecil dengan jumlah penduduknya yang sedikit.

“Tingkat partisipasi warga Sangasanga dalam pemilu sekitar 45 persen,” tutur mantan Ketua KPU Kukar ini.

Ia menjabarkan, ada tiga tipologi pemilih dalam masyarakat kita, yakni rasional, kritis, tradisional dan skeptis. Pemilih skeptis ini malas ingin tahu soal pemilu dan siapa paslonnya karena baginya tak memberikan keuntungan apapun. “Pemilih skeptis tidak peduli dengan lingkungam sekitarnya,” kata Rinda.

Baca: Heboh Operasi Transgender, Ternyata Biayanya Cukup Fantastis

Lantas apa yang dilakukan pemerintah? Ia mengatakan, pemerintah terus mendorong masyarakat, terutama pemilih pemula dan perempuan, untuk menggunakan hak suara mereka.

Menurutnya, pemilih pemula dan perempuan termasuk dalam pemilih potensial.

Data Tingkat Partisipasi Pemilih di Kukar:
-Pemilihan Bupati 2010. : 65,61%
-Pemilihan Gubernur 2013. : 53,97%
-Pemilu Legislatif 2014. : 68,46%
-Pemilu Presiden 2014. : 63,36%
-Pemilihan Bupati 2015. : 58,93%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *