Urusan Toleransi, Pematang Siantar Jagonya

Pematangsiantar

Pematang Siantar, kota kecil di Sumatera Utara boleh jadi berbangga dengan predikat kota paling toleran di Indonesia tahun 2015 menurut hasil penelitian Setara Institute. Terpilihnya Pematang Siantar bersama 10 kota lainnya di Indonesia sebagai kota paling toleran karena tidak pernah ada peristiwa yang menyebabkan konflik dan pelanggaran kebebasan beragama.

Dari hasil penelitan tersebut, kesepuluh kota yang dipilih paling toleran adalah Pematang Siantar (1,47), Salatiga (1,47), Singkawang (1,47), Manado (1,47), Tual (1,47), Sibolga (1,58), Ambon (1,58), Sorong (1,58), Pontianak (1,58), dan Palangkaraya (1,58).

Penilaian ini juga diperoleh melalui beberapa variabel seperti regulasi pemerintah atau peraturan daerah yang dinilai diskriminatif, respon pemerintah terhadap insiden, regulasi sosial, dan demografi agama. Sementara terkait dengan konsep Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) hampir semua daerah memiliki konsep yang sama.

Seperti diketahui, Pematang Siantar, kota dengan penduduk 240, 787 ribu jiwa (menurut survei tahun 2010) merupakan kota dengan penduduk yang heterogen. Namun, perbedaan tersebut tidak menjadikan kota ini gampang disulut konflik horizontal, malah menjadikan masyarakatnya dapat hidup harmonis dan saling berdampingan.

Toleransi dalam lingkaran perbedaan sangatlah vital dalam kondisi negara kita Indonesia yang sangat multikultural. Semangat kebangsaan diharapkan dapat tumbuh ditengah-tengah perbedaan dalam tatanan sosial kemasyarakatan di Indonesia. (nas)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *