Warga Kabupaten Bogor Ingin Pindah Jadi Warga Bekasi, DPR: Tidak Gampang

b5ffac69-60ed-497f-8123-9da9249d2f76

Corong.id Ribuan warga Perumahan Villa Nusa Indah, Gunungputri, Kabupaten Bogor menyatakan diri ingin menjadi warga Bekasi. Ketua Komisi II DPR Rambe Kamarulzaman menilai hal tersebut bukan perkara mudah.

Penyebab ribuan warga Kabupaten Bogor itu beramai-ramai ingin ‘hijrah’ masuk sebagai warga Bekasi adalah karena saat banjir datang Pemkab Bogor tak mengurus mereka dengan baik. Berbeda dengan tetangga mereka yang masuk wilayah Bekasi di mana pemerintah kotanya cepat tanggap.

“(Permintaan) boleh saja, tapi prosedur harus diikuti,” ungkap Rambe saat berbincang dengan detikcom, Senin (23/5/2016) malam.

Rambe pun menilai sebelum langkah pindah administrasi daerah bagi sejumlah warga dilakukan, pemda setempat harus turun tangan. Juga termasuk dewan perwakilan rakyat setempat yang menurut Rambe harus ikut ambil bagian.

“Ada prosedur untuk itu. Jadi ikuti prosedur. Bagaimana soal permintaan penduduk itu, pemerintah daerahnya bagaimana. Prosedur perpindahan batas wilayah ada peraturannya, kemudian melalui DPRD juga,” jelas politisi Golkar itu.

Permintaan warga rupanya sudah menjadi ujung kekesalan terhadap pemerintah Kabupaten Bogor. Bukan hanya kurangnya perhatian kala banjir musiman datang, pemda Kabupaten Bogor juga dinilai lambat dalam menangangi permasalahan infrastruktur.

Terbukti dari jalan di sekitar wilayah Perumahan Villa Nusa Indah yang mengalami kerusakan parah namun perbaikan tak maksimal sehingga kerusakan berulang. Padahal jalan tersebut merupakan akses bagi warga.

Meski begitu, Rambe menilai perpindahan administratif wilayah tak bisa dilakukan semudah membalikkan telapak tangan. Ada berbagai peraturan dan upaya yang perlu dilakukan.

“Penggabungan antara penduduk, supaya bisa masuk wilayah lain, bukan soal gampang. Kalau hanya pernyataan ya ndak bisa begitu saja (dilakukan),” ucap Rambe.

“Kalau ada salah satu provinsi mau bergabung dengan negara lain bagaimana? Penggabungan dan pengalihan kan ada aturan,” sambungnya memberi ilustrasi.

Sebelumnya Bupati Bogor Nurhayanti sudah memberi tanggapan soal permintaan warganya yang ingin pindah menjadi warga Bekasi. Dia menyampaikan bahwa keinginan warga yang meminta agar wilayah perumahan Villa Nusa Indah 2 menjadi masuk ke wilayah Kota Bekasi, bukanlah solusi.

“Jadi artinya itu adalah hal yang tidak mungkin dilakukan pemerintah daerah,” kata Nurhayanti.

“Karena itu wilayah perbatasan, maka penanganannya oleh pemerintah pusat. Kemudian kita juga sudah meminta ke pemerintah pusat untuk melakukan penanganan permanen. Seperti kemarin kan, karena tingginya curah hujan, akhirnya tanggul jebol juga,” lanjutnya membela diri.

Berita terkait : http://corong.id/headline/ditelantarkan-warga-villa-nusa-indah-bogor-meminta-gabung-ke-kota-bekasi/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *