Rusia Rencanakan Bangun Markas Baru Armada Pasifik

Dalam rangka mencagah ancaman yang mungkin timbul dari AS, Rusia rancanakan bangun markas baru armada pasifik. Kementerian Pertahanan Rusia pun mengirim tim ekspedisi dari Armada Pasifik ke Wilayah Kuril Raya untuk mengeksplorasi kepulauan tersebut.

“Pengembangan infrastruktur militer di Sakhalin, Kepulauan Kuril, dan zona Arktik akan menjadi prioritas Rusia untuk wilayah timur hingga tahun 2020,” ujar Komandan Distrik Militer Timur Kolonel Jenderal Sergei Surovikin.

Ekspedisi kepulauan tersebut dipimpin kapal raksasa Laksamana Nevelskoy dan melibatkan enam kapal Armada Pasifik serta mengerahkan lebih dari 200 orang bergabung dalam ekspedisi tersebut.

Menurut pakar militer seperti yang disebutkan RBTH Indonesia, Rusia sepertinya tak akan membangun markas militer baru di pulau-pulau tersebut karena tingginya ancaman tsunami di sejumlah pulau di wilayah itu.

“Pemerintah mengambil langkah yang luar biasa untuk memastikan keamanan dan kedaulatan wilayah tersebut. Secara khusus, Kementerian Pertahanan ditugaskan untuk membangun infrastruktur militer di Sakhalin, Kepulauan Kuril, dan wilayah Arktik hingga 2020,” ucap Surovikin.

Menurut Surovikin, unit-unit militer di sana tengah dipersenjatai dengan peralatan modern, begitu pula upaya untuk meningkatkan perlindungan sosial bagi semua kategori personel militer dan keluarganya.

Markas ini dipersenjatai dengan:

Sistem anti-pesawat otomatis ZSU-23-4 Shilka dan ZU-23-2;

Peluncur roket BM-21 Grad (akan digantikan oleh Tornado-G);

Sistem artileri Giatsint 152-mm;

Sistem misil anti-pesawat Tor-M2U; dan

Tank T-80BV.

Modernisasi dan pemasokkan kembali persenjataan di pulau Kuril telah dijalankan sejak 2010. Keamanan di wilayah tersebut masih bergantung pada divisi senapan mesin dan artileri yang merupakan bagian dari Distrik Militer Timur. Jumlah mereka terus meningkat selama beberapa tahun dan kini batalion tank yang dipersenjatai oleh T-80BV dimasukkan ke dalam divisi tersebut.

Menurut Menteri Pertahanan Sergei Shoigu, misil Bal dan Bastion akan ditempatkan di sana pada 2016. Tak ketinggalan pesawat tanpa awak (UAV) generasi terbaru Eleron-3 akan turut serta membantu pertahanan di wilayah itu. Sebelumnya, sistem misil antipesawat Tor-M2U juga ditempatkan di kepulauan Kuril tahun lalu.

Saat ini, Kepulauan Kuril menampung divisi senapan mesin dan artileri ke-18, yang terdiri dari 3.500 tentara pada masa damai.

The post Rusia Rencanakan Bangun Markas Baru Armada Pasifik appeared first on Majalah Angkasa Online.

Majalah Angkasa Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *