Sindikat Perdagangan Manusia Itu Terungkap Berkat Pramugari

Sumber gambar: alaskaworld.com

Sheila Frederick (49) bekerja sebagai pramugari di Alaska Airlines. Ia melihat gelagat mencurigakan dari dua orang penumpang, seorang anak wanita dan seorang pria, dalam penerbangan dari Seattle menuju San Fransisco. Belasan tahun menjadi pramugari, ia tentu hapal karakter penumpang lewat gerak-geriknya.

Sang anak wanita terlihat kumal, sementara penumpang pria berpakaian amat rapih. Saat Sheila mendekati dan mengajak berbicara, keduanya terlihat gugup. Pria malah tidak memperbolehkan si anak berbicara ataupun menjawab pertanyaan siapapun.

“Benak saya memberi tahu ada sesuatu yang tidak beres. Prianya berpakaian sangat rapi, sementara gadis itu sangat kumal,” kata Sheila kepada stasiun televisi 10 News saat ia mengenang kejadian yang dialaminya tahun 2011 lalu.

Sheila akhirnya menaruh secarik kertas di toilet pesawat dan memberi kode kepada anak tersebut agar pergi ketoilet. Di kertas itu ia menulis “Tulislah di sini jika kamu membutuhkan bantuan”. Sang anak pergi ke toilet dan menulis di kertas itu.

Anak perempuan itu menulis bahwa ia sangat membutuhkan bantuan. Sheila pun langsung menyampaikan pesan tersebut kepada pilot dan meneruskannya ke kepolisian San Fransisco saat pesawat hendak mendarat.

Baca juga:

Beratnya Jadi Pramugari di China, dari Latihan Beladiri Hingga Menggigit Sumpit

Jatuh Dari Ketinggian 33.000 Kaki Tanpa Parasut, Pramugari Ini Berhasil Selamat

Setelah mendarat, keduanya diamankan polisi setempat. Dari situ terungkap bahwa anak perempuan kumal itu adalah salah satu korban perdagangan manusia. Polisi pun mengembangkan kasus dan terbongkarlah sindikat perdagangan manusia itu.

“Saya sudah menjadi pramugari selama 10 tahun, dan saat itu saya seperti kembali ke masa pelatihan. Saya bisa saja tak memperhatikan anak itu,” ujar Sheila tentang pentingnya pelatihan yang diterimanya.

Sejak tahun 2009, pramugari di AS diberikan pelatihan tambahan agar bisa ikut mencegah berkembangnya kasus perdagangan manusia. Saat ini program pelatihan itu digelar oleh Airline Ambassadors, sebuah organisasi amal yang memerangi perdagangan manusia lewat awak kabin.

Dalam situs resminya, Airline Ambassadors menyatakan jika awak kabin merupakan salah satu pihak yang berperan sangat penting dalam pencegahan kasus perdagangan manusia.

Dalam wawancara dengan NBC, Nancy Rivard, pendiri Airline Ambassadors mengatakan, ia melatih trik-trik khusus agar pramugari mampu berkomunikasi dengan korban tanpa diketahui orang yang membawanya.

“Kami memberi tahu orang agar tidak macam-macam untuk menyelamatkan korban perdagangan manusia, itu akan membahayakan diri dan keluarga mereka,” ujarnya.

“Prosedurnya, pramugari harus melaporkan itu kepada pilot untuk diteruskan kepada kepolisian setempat. Biarkan semua seperti normal, tidak terjadi apa-apa,” tambahnya.

The post Sindikat Perdagangan Manusia Itu Terungkap Berkat Pramugari appeared first on Majalah Angkasa Online.

Majalah Angkasa Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *