Solidaritas Menwa Dalam Prosesi Pemakaman Anggotanya

Kompi Markas IAIN Palopo saat ini masih diselimuti duka yang mendalam atas kembalinya salah satu anggota mereka ke pangkuan sang Khalik. Almarhum Sayyidul Gufron, Sang Komandan Kompi Markas (Dankima ) IAIN Palopo tutup usia pada Rabu (15/6/2016) malam lalu. Solidaritas Resimen Mahasiswa (Menwa) tampak jelas terlihat dengan kental dalam prosesi pemakaman anggotanya tersebut (Kamis, 16/6/2016).

Prosesi pemakaman almarhum oleh seluruh anggota Menwa IAIN Palopo dan perwakilan Menwa se-Palopo, Sulawesi Selatan. Ahmad Riza Patria selaku Komandan Nasional Menwa Indonesia pun turut berbelasungkawa atas wafatnya almarhum. Riza juga mengungkapkan dirinya merasa kehilangan sosok kader Menwa muda yg potensial seperti almarhum.

“Almarhum anggota yang bertanggung jawab dan selama mengemban jabatan sebagai Dankima ia mengerjakan tugasnya dengan baik dan almarhum termasuk salah satu anggota yang baik ramah dan sabar. Mungkin Allah lebih menyayangi almarhum sehingga beliau begitu cepat dimanggil-Nya dan kami tidak menyangka almarhum pergi begitu cepat karena masih sempat berbuka bersama kami,” ungkap Husain, Komandan Satuan (Dansat) Menwa 712 IAIN Palopo.

Ia menambahkan, almarhum pun sebelumnya sempat bercanda dengan kami dan bercengkrama dengan kami. Setelah itu kami berangkat ke masjid, sementara almarhum tidak sempat ikut sholat tarawih bersama kami. Panjatan do’a pun turut diucapkan Husain untuk almarhum, juniornya Angkatan XV 2015 yang ia banggakan.

“Saya selaku alumni turut berduka cita yang sangat mendalam dengan kepergian anggota Resimen Mahasiswa, almarhum Sayyidul Gufron, seiring kepergian almarhum. Saya lngsung menghubungi sahabat dan rekan kuliahnya, baik anggota menwa aktif maupun mahasiswa rekan kuliah serta adik tingkatnya di kampus. Sosok almarhum dikenal memang sangat baik, kepergiannya sangat membuat senior-senior , letting dan rekan rekan kuliahnya cukup terkejut,” ujar Mantan Komandan Satuan 712 IAIN Palopo Muslimin.

Muslimin pun berpesan untuk para juniornya yang masih aktif di satuan Resimen Mahasiswa di seluruh tanah air untuk memupuk dan menanamkan jiwa korsa mereka. Turut pula ditegaskan untuk menjaga nama baik Korps Menwa.

Muslimin menyatakan, kepergiannya begitu cepat di usia yang masih sangat muda bagi almarhum yang merupakan salah satu anak kebangaan dan harapan orang tua. “Kami seluruh senior bangga padamu (alm. Sayyidul Gufron). Salam hormat kami untuk terakhir kalinya dan semoga keselmatan dan kebahagiaan di akhirat engkau raih,” pungkas Muslimin, seraya memanjatkan do’a untuk kepergian almarhum.

The post Solidaritas Menwa Dalam Prosesi Pemakaman Anggotanya appeared first on Majalah Angkasa Online.

Majalah Angkasa Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *