Tahun Depan, Stasiun Ruang Angkasa Tiongkok Jatuh ke Bumi!

Sumber gambar: Chinese Manned Space Program

Kepergian dua taikonot Tiongkok ke raung angkasa seperti diberitakan Angkasa.co.id (Senin, 17/10/2016), tanpa sengaja membuka berkas lain yang ingin ditutupi Badan Ruang Angkasa Tiongkok (CNSA). Berkas ini berupa fakta bahwa stasiun ruang angkasa mereka, Tiangong-1 telah rusak dan akan jatuh ke Bumi pada 2017.

Jika manuver tabung roket SpaceX yang berdiameter 60 centimeter dan panjang 1,5 meter yang jatuh di Sumenep, Madura, akhir September lalu sudah cukup menghebohkan, tak terbayangkan memang kengerian yang bakal terjadi jika Tiangong-1 yang jauh lebih besar itu menghujam ke Bumi.

Tiangong-1 adalah prototip yang digunakan CNSA untuk pijakan awal perancangan Tiangong-2 dan stasiun ruang angkasa Tiongkok yang lebih besar dan memadai. Bentuknya mirip tabung  dengan kedua sisi ditempeli lempeng panel surya persegi. Terbuat dari metal alumunium, Tiangong-1 memiliki diameter 3,35 meter, panjang 10,4 meter, dan berat sekitar 8,5 ton. Diluncurkan pada 2011, stasiun ini telah digunakan untuk uji docking  dan “penginapan” sementara awak Shenzhou-9. Menyusul habisnya masa pakai pada Maret 2016, kendali telemetri dengannya sudah terputus sejak September lalu.

Foto bagian atas Tiangong-1. Sumber gambar: CNSA
Foto bagian atas Tiangong-1. Sumber gambar: CNSA

Terputusnya kendali telemteri itu mengakibatkan stabilitas posisi stasiun yang sudah tak berpenghuni ini tak dapat lagi dikendalikan dari Bumi. Bahan bakar yang biasa digunakan untuk mendorong kembali ke ketinggian orbitnya di 370 kilometer di atas Bumi pun sudah amat minim.

Kepada kantor berita Xinhua (14/9/16), wakil direktur Kantor Enjiniring Keruangangkasaan Berawak Tiongkok, Wu Ping, secara resmi menyatakan Tiangong-1 akan jatuh ke Bumi pada paruh kedua 2017. Namun, kapan persisnya hal itu terjadi, sejauh ini belum dapat dipastikan.

Proyek Shenzhou 8 dan Tiangong. Sumber gambar: Shanghai Daily
Proyek Shenzhou 8 dan Tiangong. Sumber gambar: Shanghai Daily

Ketidakpastian tersebut tentu mengusik perhatian berbagai pihak, terutama bagi komunitas astronom dan semua badan ruang angkasa dunia. Tak kurang dari Thomas Dorman, salah seorang astronom pemerhati, menyatakan Tiongkok boleh jadi tak akan tahu bahkan sampai menit terakhir stasiun itu akan jatuh. Meski Wu Ping memastikan sebagian besar komponen Tiangong-1 akan hangus terbakar saat memasuki atmosfer Bumi, pakar astrofisika Universitas Harvard Jonathan McDowell menyatakan beberapa bagian seperti mesin roket akan tetap sulit musnah terbakar.

“Berat bagian seperti mesin roket itu diperkitakan sekitar 100 kilogram, sehingga dapat dipastikan akan jadi petaka jika menimpa Anda,” ujar McDowell dalam theguardian.com (21/9/2016). “Pihak Tiongkok memang berharap benda ini jatuh di lautan seperti wahana ruang angkasa mereka sebelumnya. Namun, harapan dan perhitungan bisa  saja meleset. Selalu ada kemungkinan jatuh di pemukiman padat penduduk,” sambung Thomas Dorman. Nah, untuk Indonesia yang memiliki wilayah darat dan laut yang amat luas, apakah lembaga terkait sudah menyusun persiapan?

The post Tahun Depan, Stasiun Ruang Angkasa Tiongkok Jatuh ke Bumi! appeared first on Majalah Angkasa Online.

Majalah Angkasa Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *