Tiga Hal Ini yang Difokuskan untuk Sukseskan Program Bela Negara

Program Bela Negara yang dicanangkan Kementerian Pertahanan telah berjalan lebih dari satu tahun. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu seusai Apel Gelar Nasional Bela Negara 2016 yang dilangsungkan di Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat pagi (Selasa, 23/8) tadi bahwa saat ini ada tiga hal yang difokuskan untuk mensukseskan Program Bela Negara dari Kementerian Pertahanan.

Berita Terkait:

Sejarah Perjuangan Bangsa Untuk Melihat Tantangan Kekinian

Ia menjelaskan, untuk fokus pertama adalah memantapkan lagi rasa nasionalisme masyarakat Indonesia dengan memperkaya wawasan kebangsaan untuk menghadapi paham radikal. “Kita harus isi benak seluruh bangsa ini untuk melawan radikal, radikal tidak boleh hidup di bumi Indonesia,” tegasnya pada para awak media.

Berikutnya, yang kedua adalah memberikan pengertian dan pelajaran kepada murid mulai dari SD (Sekolah Dasar) sampai ke tingkat mahasiawa. “Diisi wawasan kebangsaan, sehingga kalau kita melihat empat, lima, enam apa lagi sepuluh tahun ke depan itu sudah beda. Karena bangsa ini sudah berwawasan kebangsaan, kalau sekarang masih campur-campur, wawasan macam-macam,” papar Ryamizard.

Sedangkan yang ketiga adalah bagaimana nanti Kementerian Pertahanan (sesuai perintah presiden) merangkul anak-anak serta saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang belum tersentuh. “Yang melakukan perkelahian, geng-geng motor, itu harus kita berikan pelajaran. Kita berikan pelatihan agar tidak berbuat jahat lagi,” imbuhnya.

Ia pun mengatakan bahwa Program Bela Negara ini akan ditingkatkan lagi. “Jadi dalam waktu dekat kita akan bertemu dengan para Rektor dan para Gubernur, agar menyampaikan ke bawahannya; kepada Kemendikbud dan Kemendikti agar seragam cara menyampaikan Bela Negara kepada seluruh rakyat,” tuturnya.

Ditanya mengenai target kader Bela Negara yang ingin dicapai ia menjawab bahwa targetnya sebanyak 100 juta kader Bela Negara. Namun ia menjelaskan bahwa untuk mencapai target kuantitas tersebut, Kemenhan tidak memulainya dari nol, karena sudah ada kader-kader Pramuka dan Menwa (Resimen Mahasiswa) yang sudah terkualifikasi sebagai kader Bela Negara

“Tapikan kita tidak dari nol, kita sudah ada di atas 50 juta. Yang dulu-dulu kan dihitung, ya Pramuka, ya Menwa, itu kan sudah Bela Negara, jadi tidak dari nol,” tandasnya.

Baca Juga:

Menhan Ryamizard: Bela Negara untuk Hindarkan Ancaman

Direktur Bela Negara: 1 Mei Terdapat Dua Momen Yang Penting

Melalui kegiatan apel tersebut, diharapkan akan mampu menjadi media dalam rangka meningkatkan dan menggugah kesadaran Bela Negara seluruh Bangsa Indonesia. Tak hanya itu, diharapkan pula agar mampu mewujudkan pembangunan karakter Bangsa Indonesia sebagai potensi dalam pembangunan Sistem Pertahanan Negara yang bersifat semesta.

Nilai-nilai yang dikembangkan dalam Program Bela Negara adalah nilai nasionalisme, kenegaraan dan kebangsaan untuk membangun Sistem Pertahanan Negara yang tertuang dalam lima nilai dasar Bela Negara, yakni cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, yakin akan Pancasila sebagai ideologi (falsafah) negara, rela berkorban untuk bangsa dan negara serta memiliki kemampuan awal Bela Negara.

The post Tiga Hal Ini yang Difokuskan untuk Sukseskan Program Bela Negara appeared first on Majalah Angkasa Online.

Majalah Angkasa Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *