Tiga Maskapai Lolos Ban Uni Eropa

Otoritas penerbangan Uni Eropa merilis kembali daftar maskapai dan negara yang lolos dari larangan terbang (ban) ke wilayah mereka, pada Kamis, 16 Juni lalu. Dari maskapai-maskapai dunia yang berhasil lolos dari larangan terbang tersebut, ada tiga maskapai dari Indonesia. Yaitu Lion Air, Batik Air dan Citilink.

Hal tersebut dibenarkan oleh Duta Besar Uni Eropa Untuk Indonesia, Vincent Guerend dalam jumpa pers hari ini, Jumat  (17/ 6). “Keputusan tersebut di dapat setelah kami melakukan kunjungan lapangan, mendapatkan laporan otoritas penerbangan Indonesia dan laporan dari maskapai tersebut,” ujarnya.

Vincent menepis anggapan bahwa lolosnya maskapai-maskapai tersebut dikarenakan banyak memakai pesawat produksi konsorsium Eropa yaitu Airbus. “(Penilaian) Ini murni dari aspek keselamatan dan keamanan penerbangan,” lanjutnya.

Keputusan ini disambut baik oleh manajemen Lion Grup (yang membawahi Lion dan Batik) dan manajemen Citilink. Menurut Direktur Lion Grup Edward Sirait, hal ini akan menjadi pemicu semangat bagi seluruh karyawan untuk berbuat semakin baik. Juga menandakan bahwa manajemen perusahaan beserta seluruh karyawannya tidak akan pernah berhenti memperbaiki diri untuk keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan yang dioperasikan.

“Manajemen Lion Air dan Batik Air akan terus melakukan perbaikan menyangkut  kualitas pelayanan terutama masalah keselamatan dan keamanan penerbangan” ujarnya.

Sementara itu Presiden sekaligus CEO Citilink Albert Burhan menyatakan,”Ini merupakan pengakuan terhadap aspek keselamatan dan kemanan penerbangan kami.”

Walaupun sudah lolos dari larangan terbang, manajemen Lion Grup dan Citilink masih belum berencana membuka penerbangan ke Eropa. Namun setidaknya pengakuan ini bisa dijadikan modal untuk menggaet pasar Eropa dan dunia untuk penerbangan carter.

Sebelum tiga maskapai ini, sudah ada beberapa maskapai Indonesia yang lolos larangan terbang Uni Eropa. Di antaranya Garuda Indonesia dan Indonesai AirAsia.

Sayangnya, keberhasilan maskapai-maskapai tersebut belum diikuti Indonesia sebagai sebuah otoritas penerbangan. Indonesia belum bisa lolos dari ban Uni Eropa tahun ini.

“Otoritas penerbangan Uni Eropa tiap tahun melakukan dua kali audit untuk otoritas negara lain. Tahun ini, audit yang kedua akan dilakukan sekitar bulan November. Dan setelah itu ada proses sekitar 6 bulan untuk menemtukan apakah negara tersebut lolos atau tidak. Jadi kalaupun November nanti Indonesia sudah baik, baru tahun depan bisa diloloskan,” ujar Vincent.

Namun demikian, Kasubdit Operasi Pesawat Udara DKUPPU Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Penerbangan, Capt Tri Nusiyogo optimis Indonesia akan lolos secepatnya dari larangan terbang Uni Eropa. “Semakin banyak maskapai yang lolos dan dibuka ban-nya, berarti negaranya semakin baik.  Misalnya terkait penegakan hukum, peraturan, sumber daya manusia, pengawasan dan lainnya,” ujarnya optimis.

The post Tiga Maskapai Lolos Ban Uni Eropa appeared first on Majalah Angkasa Online.

Majalah Angkasa Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *