Darurat Pucuk Pimpinan, KLB PSSI Enggak Bisa Lebih Cepat?

Jakarta – Ketua Pengprov PSSI DKI Jakarta, Uden Kusuma Wijaya, mendesak Kongres Luar Biasa (KLB) dipercepat. Komite Eksekutif PSSI diminta jangan menunda-nunda.

PSSI merencanakan menggelar KLB lewat sebuah rapat darurat 19 Februari 2019. Agenda rapat itu mendadak muncul setelah Jokdri, sapaan Joko Driyono, menjadi tersangka perusakan barang bukti dugaan pengaturan skor.

Dalam rilis PSSI, KLB tersebut dilangsungkan untuk membahas dua agenda. Pertama, membentuk perangkat Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP). Agenda kedua untuk penetapan tanggal kongres pemilihan kepengurusan baru.

Saat itu, Gusti Randa yang menjabat sebagai ketua harian PSSI menyebut KLB dilaksanakan sesuai aturan. Dia juga memastikan hasil KLB tak cacat hukum seperti yang sudah-sudah.

Tapi ternyata, jadwal KLB PSSI itu dinilai terlalu lama oleh voters. Voters ingin PSSI memiliki ketua umum lebih cepat.

“Kalau menurut saya (Agustus) terlalu lama. Itu mengada-ada. Sebenarnya sebelum Agustus itu bisa cuma selalu dibesar-besarkan. Sepakbola dengan politik beda. Kami tak ada hubungan dengan politik, kami (PSSI) hanya mengurus sepakbola. Tapi okehlah karena sudah terlalu dekat. Saya dulu mengusulkan sebelum Piala Presiden sehingga lebih cepat lebih baik supaya tak ada yang terganggu,” kata Uden kepada detikSport, Senin (1/4/2019).

“Tapi biasalah, ada Piala Presiden seakan-akan mengulur-ulur waktu, dicari-cari alasannya. Apa yang dicari? Jadi Agustus menurut saya kelamaan,” dia menegaskan.

“Menurut saya oke setelah pemilihan presiden langsung adakan. Sepekan setelah Pilpres. Mei lah paling lambat,” ujar Uden.

“Sesuai statuta tiga bulan setelah mundur. Yang penting efektifitas organisasi. Dengan begini kita tak tahu berlindung kepada siapa di induk organisasi,” dia menambahkan

(mcy/fem)