Dovizioso Tak Bisa Gila-gilaan di MotoGP Argentina

Jakarta – Andrea Dovizioso tak bisa membalap dengan terlalu agresif di MotoGP Argentina. Persoalan daya cengkeram menghambat rider Mission Winnow Ducati itu.

Dovizioso finis ketiga di MotoGP Argentina, Senin (1/3/2019) dinihari WIB. Pada balapan yang berlangsung di Autodromo Termas de Rio Hondo tersebut, Dovizioso menjalani pertarungan ketat dengan Valentino Rossi.

Keduanya malah sempat terlibat persaingan dengan beberapa rider lain, di antaranya Franco Morbidelli, Danilo Petrucci, dan Jack Miller. Dovizioso pada akhirnya harus mengakui keunggulan Rossi dan mesti puas finis ketiga, sementara Marc Marquez jadi juara.

Usai balapan, Dovizioso mengeluhkan ban belakang soft pilihannya yang ternyata tak bekerja sesuai ekspektasi. Daya cengkeramnya ban ternyata menurun sangat cepat, sehingga dia tak bisa menjalani pertarungan dengan semestinya.

Rider 33 tahun itu mengaku sampai takut crash di beberapa bagian lintasan. Itulah yang membuat Dovizioso tak bisa melakukan manuver yang terlalu berani.

“Khususnya di Argentina, lebih baik tak bertarung dengan banyak pebalap karena pertarungannya takkan mudah, sebab daya cengkeram lintasan sangat rendah. Setiap kali Anda menyalip, mudah untuk melakukan kesalahan dan mudah kehilangan waktu,” ujarnya.

“Ketika dia (Rossi) melewati saya, saya sangat takut bakal jatuh. Karena di bagian lintasan yang itu, daya cengkeramnya nol.”

“Saya tak melakukan pergerakan gila yang bisa menghilangkan 16 poin di putaran terakhir, itu bukan ide bagus,” tanda Dovizioso dilansir situs resmi MotoGP.

(raw/nds)