Golden Generation Bulutangkis Indonesia Telah Tiba?

Cbx_JF-WEAAn8Qd_45A50BC74D054DA5971B610737BC5B56

Jakarta-ID. Gelaran Piala Thomas telah usai. Tim beregu putra Indonesia harus puas menjadi runner-up setelah ditundukkan Denmark di partai final. Kecewa, sah-sah saja. Namun, semburat keyakinan muncul ketika melihat bahwa apa yang dilakukan Tim Thomas Indonesia sudah sangat maksimal dengan komposisi skuat yang mayoritas diisi oleh pemain muda.

“Di penyisihan grup, pemain muda bisa mengalahkan pemain yang kelasnya di atas mereka. Saya yakin para pemain muda kami punya kapabilitas masuk ke peringkat top 10. Pada akhir tahun ini, ketiga pemain ini bisa bicara, setidaknya di peringkat top 15 dunia. We will comeback stronger in next Thomas Cup,” ujar Rexy Mainaky, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI.

Apa yang dikatakan Rexy bukan tanpa alasan. Tiga tunggal Indonesia yang masuk skuat Piala Thomas 2016 merupakan pemain muda. Jonathan Cristie (19), Anthony Sinisuka Ginting (19), Ihsan Maulana Mustofa (20) sudah mampu mengalahkan pemain-pemain dengan ranking diatas mereka. Indonesia masih punya Firman Abdul Kholik dan M. Bayu Pangisthu yang juga masih sangat belia.

Dengan rataan umur dibawah 20 tahun, mereka masih sangat mungkin untuk dapat berbicara lebih di event-event bergengsi bulutangkis dunia. Sebelumnya, catatan apik di Sea Games 2015 dan BATC 2015 menjadi bukti bahwa pemain muda Indonesia dapat memberikan yang terbaik.

Rexy Mainaky, juga meyakini para pemain muda Indonesia akan lebih matang di tahun-tahun mendatang. Pengalaman bertanding di Piala Thomas 2016 adalah modal bagi mereka.

Melihat fakta dan keyakinan tersebut, benarkah Golden Generation bulutangkis Indonesia telah tiba? Semoga saja. (nas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *