Joko Driyono Ditahan, KLB PSSI Jangan Ditunda-tunda Lagi

Bandung – Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, ditahan Satgas Anti Mafia Bola Polri. Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, mendesak KLB PSSI digelar usai Pilpres 2019.

Joko ditahan oleh Satgas Anti Mafia Bola pada Senin (25/3) di Rutan Polda Metro Jaya. Dia dijerat pasal perusakan barang bukti.

Panahanan Jokdri, sapaan karib Joko Driyono, membuat PSSI krisis pemimpin. Anggota Komite Eksekutif (exco) PSSI, Gusti Randa, merencanakan KLB dihelat Agustus atau empat bulan setelah Pilpres 2019.

Persib Bandung, sebagai pemilik suara dalam Kongres PSSI pun meminta agar PSSI tak menunda-nunda Kongres Luar Biasa (KLB). PSSI tak bisa dibiarkan dipimpin dari balik penjara.

“Nah ini mudah-mudahan jadi semua melihat bahwa kejadian ini, musibah untuk PSSI ini tidak akan terjadi lagi,” kata Umuh usai FGD bersama Satgas Anti Mafia Bola di Hotel El Royal, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Kamis (27/3/2019).

Dia bilang momen ini dimanfaatkan PSSI untuk menggelar KLB. Dia meminta agar KLB tak ditunda-tunda.

“Kami siap-siap untuk secepatnya KLB. Harus secepatnya setelah pilpres, jangan menunggu sampai Agustus,” ujar dia.

Saat ini, Gusti Randa dipercaya menjadi Plt Ketum PSSI yang sebelumnya dipegang Jokdri. Umuh mendorong Gusti segera mendatangi FIFA menceritakan kondisi sepakbola Indonesia termasuk masalah PSSI.

“Mereka harusnya datang secepatnya datang ke FIFA, situasi di Indonesia seperti ini sampaikan apa adanya, kalau bener mereka sayang ke persepakbolaan Indonesia,” tutur dia.

Ia berharap Gusti Randa dan pengurus lainnya tidak mengulur-ulur waktu KLB PSSI. Dikhawatirkan akan muncul persoalan-persoalan baru di tubuh PSSI kalau masih diurus wajah lama.

“Kalau enggak segera KLB, sama saja memberikan kesempatan orang-orang yang sakit,” kata Umuh.

(mud/fem)