Menanti ‘Tangan Dingin’ Jose Mourinho di Old Trafford

VIVA.co.id – Harap-harap cemas masih dirasakan seluruh elemen klub raksasa Inggris, Manchester United, mulai dari direksi, staf, pemain, hingga para suporter. Meski berbagai laporan tentang kedatangan Jose Mourinho terus bertebaran, hingga saat ini manajemen MU masih belum secara resmi mengumumkan penunjukkan Mourinho sebagai manajer baru MU.

Proses kedatangan Mourinho ke MU memang tidak mudah, meskipun banyak pihak yang sudah yakin jika pria asal Portugal ini akan segera menjadi manajer anyar armada Setan Merah.

Mourinho digadang bakal mampu mengembalikan kejayaan MU, sepeninggal manajer legendaris, Sir Alex Ferguson, di tahun 2013 lalu. Dengan sederet prestasi yang pernah dicatat bersama FC Porto, Chelsea, Inter Milan, dan Real Madrid, Mourinho disebut sosok yang pas menahkodai klub sekaliber MU.

Namun yang perlu diingat, kesuksesan dan resiko kegagalan senantiasa berjalan beriringan. Meskipun dikenal handal dalam menangani sebuah tim, Mourinho juga pernah gagal membawa Madrid meraih trofi di musim terakhirnya, dan didepak Chelsea bulan Desember 2015 lalu. Kedua momen negatif tersebut lantaran kegagalan yang menaunginya.

Komentar dan Tantangan

Seperti yang dikatakan tadi, banyak pihak yang optimis jika sosok Mourinho akan mampu mengembalikan kejayaan MU di Eropa. Salah satu yang memberikan prediksi tersebut adalah Carlo Ancelotti.

Ancelotti yang pernah menjadi suksesor Mourinho di Real Madrid, memandang sosok Morinho adalah sosol yang pas untuk menangani MU musim depan. Menurut Don Carletto, Mourinho bisa meningkatkan permainan MU setelah era Louis van Gaal.

“Saya pikir ini adalah “pernikahan” yang sempurna antara MU dengan Mourinho karena dia sudah mengenal Premier League dengan baik,” ujar mantan pelatih AC Milan seperti dilansir Soccerway.

“Mou adalah salah satu pelatih terbaik di dunia dan MU sedang memerlukan seseorang untuk bisa meningkatkan apa yang telah Van Gaal lakukan dalam dua tahun terakhir,” imbuhnya.

Bukan hanya pujian, Mourinho bahkan sudah mendapatkan tantangan dari legenda hidup MU, Teddy Sheringham. Eks bomber Setan Merah ini bahkan sudah memberikan tantangannya kepada Mourinho, untuk bisa mendaratkan trofi Liga Europa, sebagai bukti kapasitasnya.

“Ini akan sulit bagi Mourinho meraih trofi di musim pertamanya, dan gelar Liga Europa mungkin adalah harapan terbaik. Tahapan liga kompetisi yang tidak terlalu keras, sehingga MU harus sesegera mungkin bisa menilai skuatnya sendiri dan mencari tahu yang diinginkan starting line-up,” kata Sheringham dikutip Soccerway.

Tidak mudah memang menangani klub sekaliber MU. Segudang pekerjaan rumah diharuskan mampu diselesaikan Mourinho andai sudah memulai tugasnya sebagai manajer baru MU.

Beberapa catatan yang harus segera diselesaikan Mourinho adalah mendaratkan trofi secepat mungkin ke Old Trafford. Hal ini tentu bisa menjawab dahaga MU akan gelar yang sudah tiga musim tak merasakannya. Meskipun, Van Gaal mampu memberi gelar Piala FA musim ini.

Selanjutnya, Mourinho juga dituntut untuk bisa memaksimalkan peran pemain dengan pembelanjaan yang efisien. Dengan kata lain, Mourinho diharuskan untuk membuang para pemain yang sudah tidak terpakai, dan melakukan pembelian bintang baru dengan tepat.

Mourinho yang dikenal sebagai pelatih yang lebih memilih pemain berpengalaman dibanding pemain muda, juga dituntut untuk memaksimalkan peran para pemain muda. Hal ini sudah dilakukan oleh Van Gaal, dimana ia mampu menelurkan para pemain seperti Marcus Rashford dan Timothy Fosu-Mensah.

Dan yang terpenting, Mourinho dituntut harus mampu merubah gaya permainan MU. Mourinho yang lebih mementingkan efektivitas, memang berbanding terbalik dengan Van Gaal yang lebih fokus pada penguasaan bola.

Seperti yang diketahui, di tangan Van Gaal MU memang senantiasa unggul dalam penguasaan bola namun minim dalam penyelesaian akhir. Sedang dari beberapa tim yang ditangani Mourinho, rata-rata mampu bermain efektif dan mampu menang meskipun tak menguasai bola secara dominan.

Dilema Memilih Rekan

Seorang manajer tentu tak bisa bekerja sendiri. Manajer memerlukan banyak tenaga ahli di bidangnya masing-masing, dan salah satunya adalah asisten manajer. Di era Ferguson, manajer legendaris ini punya sosok asisten handal semisal Brian Kidd, Carlos Quieiroz, dan Rene Meulensteen.

Ketiga nama tadi sukses menjadi penopang Ferguson, dalam merengkuh sederet kejayaan armada The Red Devil. Kini, Mourinho juga dituntut harus menemukan sosok yang pas untuk mendukungnya bekerja sebagai arsitek utama MU.

Namun, bukan perkara mudah bagi Mourinho untuk menentukan siapa asistennya nanti. Beberapa nama dikaitkan dengan posisi tersebut. Ryan Giggs, Gary dan Phil Neville, serta memulangkan kembali Brian Kidd.

Ini jadi dilema tersendiri bagi Mourinho, apalagi keempat nama tersebut punya emosi yang kuat bersama MU. Giggs yang musim lalu didaulat menjadi asisten Van Gaal, belum tentu dipercaya Mourinho untuk mendampinginya.

Sementara itu, ada dua nama kakak beradik, Gary dan Phil Neville, yang notabene adalah legenda hidup di Old Trafford. Keduanya juga punya pengetahuan yang cukup banyak soal perjalanan MU selama ini.

Nama yang paling fenomenal tentu Brian Kidd. Kidd yang juga legenda hidup MU, saat ini jadi asisten manajer rival sekota, Manchester City. Kidd pernah menjadi asisten Ferguson selama tujuh tahun, periode 1991 hingga 1998.

Di eranya bersama MU, Kidd jadi salah satu tokoh penting lahirnya nama-nama besar yang tergabung dalam Class of 92. Akibat perseteruannya dengan Ferguson, akhirnya Kidd pergi meninggalkan MU. Barulah di tahun 2009, Kidd jadi asisten manajer The Citizens hingga saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *