INTER CAMPUS BANTU ANAK-ANAK DI PARAGUAY, INDONESIA KAPAN?

261225-800

Sepakbola membawa rasa tenang bagi orang-orang yang tinggal di tempat pembuangan akhir sampah kota dan rumah keluarga di Asuncion

ASUNCION – Inter Campus baru saja menuntaskan kunjungan mereka ke Asuncion dimana mereka memulainya di pegunungan sampah yang ribuan orang menjadi tempat tinggal di kota Cateura.

Dengan bantuan dari kontak lokal Julio Gonzalez Ferreira, Inter Campus Paraguay setiap tahun mendukung 300 anak yang tinggal di ‘basural’ dan fasilitas Aldeas Infantiles SOS di Zeballos Cue – sebuah kampung bagi para yatim piatu yang tumbuh di rumah-rumah yang dijalankan oleh ibu adopsi.

Inter Campus bekerja di dua lingkungan ini selama tujuh tahun dan telah terlihat adanya perkembangan dalam dua lingkungan tersebut. Anak-anak sudah mengubah tingkah laku mereka secara signifikan apabila dibandingkan dengan sebelumnya ketika mereka sedikit mendengar dan mematuhi peraturan.

Walaupun demikian, kondisi tempat tinggal masih sangat sulit. Meihat banjir yang terus menerus dari Sungai Paraguay, lapangan sepakbola kami di Cateura seringklai dibangun tenda dan pemukiman darurat, dengan tiang gawang dipakai untuk mendukung atap. Hal ini tidak menyurutkan semangat pelatih kami yang penuh dedikasi dan sabar, Raimundo, yang dibantu oleh asistennya, Fermin, memberi tanda dua ruang yang bisa dimainkan dengan kedua tangan kosongnya.

Lapangan bermain jauh dari ideal – sebagian di lereng dengan gumpalan kotoran dan sampah dimana-mana – namun ini tak terlihat mengkhawatirkan bagi anak-anak muda yang menjalani latihan tiga kali dalam sepekan. Inilah tempat satu-satunya dimana mereka mampu bermain dan bertingkah seperti anak-anak.

Demikian juga lapangan yang kami pakai di Zeballos Cue, terletak di sebuah lereng dan sayangnya juga terancam oleh buldoser. Area tersebut dimasukkan dalam proyek konstruksi perumahan harga rendah, tapi kami sedang melakukan pembicaraan dengan pihak otoritas lokal, untuk mencoba dan menjaga ruang terbuka sebagai area bermain. Pelatih lokal Reinaldo, Celso dan Kevin tanpa henti antusias ketika pekerjaan mereka di sana berlangsung baik.

Program Inter Campus di Paraguay membuat semuanya lebih signifikan saat Anda mendengarkan cerita Kevin. Ketika masih kecil, dia tumbuh di Aldeas SOS dan menerima bagian akhir dari pekerjaan Inter Campus. Ia berpartisipasi dalam kegiatan Inter Campus World Cup pada 2009. Sejak itu, ia masih loyal sekali dan dilibatkan dalam program yang tetap diikuti olehnya seusai perjalanan dirinya selesai.

Kevin saat ini menjadi pelatih muda yang menunjukkan talenta, motivasi dan semangat. Melihat dia menempuh jalan hidupnya adalah sesuatu yang sangat dibanggakan oleh program ini; dia merupakan model peran yang kami bisa perlihatkan ke generasi baru anak-anak.

Selama satu pekan, kami mengadakan beberapa sesi teoritis pada setiap pagi di Aldeas SOS dan di rumah Raimundo – satu dari struktur batu bata di lokasi tempat pembuangan akhir sampah. Sore itu dihabiskan di lapangan, banyak kesenangan dari anak-anak yang tak bisa menunggu main bareng kami.

Hari terakhir menampilkan sebuah turnamen yang melibatkan anak-anak dari kedua lokasi di Zeballos Cue dan ada banyak sukacita bagi setiap orang yang turut bergabung di dalamnya.

Kabar tersebut didengar oleh para interisti Indonesia, salah satunya Mahadir. Saya sangat senang dengan kebijakan internazionale dalam memperlakukan anak anak tersebut, di Indonesia basis fans Interisti sangat besar dan banyak bakat bakat muda yang perlu diasah dan suatu saat dapat menjadi pemain yang hebat dan membanggakan bangsa Indonesia sehingga saya menunggu Inter datang ke Indonesia untuk membangun sekolah sepakbola yang murah namun fasilitasnya moderen. (RP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *