Persija Jakarta: Juara Bertahan Kehilangan Taring

Jakarta – Persija Jakarta menjalani musim Liga 1 2019 dengan sangat buruk. Berstatus juara bertahan, Macan Kemayoran mati-matian menjauh dari zona degradasi.

Liga 1 2019 telah berakhir pada 22 Desember. Persija finis di posisi ke-10 dengan 44 poin. Hasil ini tentu sangat mengecewakan untuk Persija, yang menjalani musim sebagai juara bertahan Liga 1 2018. Macan Kemayoran terseok-seok hampir sepanjang musim.

Musim 2019 bisa dikatakan tak ideal untuk Persija. Selain gonta-ganti pelatih, Macan Kemayoran juga mengubah beberapa struktur manajemen.

Dimulai dari pengunduran diri Gede Widiade sebagai Direktur Utama PT Persija Jakarta, kemudian disusul oleh Rafli Perdana yang melepas jabatannya sebagai Chief Operating Officier.

Ada pula lima pengurus persija yang mengundurkan diri. Mereka adalah Andika Suksmana (Chief Comercial Officer), Budi Saputra (Ketua Panitia Pelaksana), Prasetyo (Wakil Ketua Pelaksana), Arvi Perwira (Manajer U-19), dan Erwan (Manajer U-16).

Kokoh Afiat kemudian muncul mengisi posisi yang ditinggalkan Gede. Ferry Paulus mengisi posisi yang lepas Rafli.

Manajemen baru, tapi bukan orang yang baru-baru amat di Persija itu, harus mencari pelatih pengganti setelah Stefano Cugurra Teco dipinang Bali United.