Prediksi Babak 8 Besar Piala Dunia 2018, Uruguay Vs Prancis

Sumber

TEMPO.CO, Jakarta – Uruguay akan menghadapi Prancis pada babak 8 besar Piala Dunia 2018 di Stadion Nizhny Novgorod, Jumat malam nanti. Kedua tim akan tampil tanpa kekuatan terbaiknya.

Uruguay akan kehilangan mesin gol utamanya, Edinson Cavani. Penyerang asal klub Paris Saint-Germain itu telah mencetak tiga gol, termasuk dua di antaranya saat Uruguay menaklukkan Portugal pada babak 16 besar. Sayangnya, Cavani mengalami cedera pada laga itu dan diragukan absen pada laga melawan Prancis.

Kehilangan Cavani merupakan kerugian besar bagi Uruguay. Pasalnya, tanpa Cavani, Luis Suarez yang sudah mencetak dua gol di Piala Dunia 2018 tampaknya akan kesulitan menggedor lini belakang Prancis yang dihuni dua bek tangguh, Samuel Umtiti dan Raphael Varane.

Pelatih Oscar Tabarez tampaknya akan memilih Cristhian Stuani sebagai tandem Suarez. Namun kualitas penyerang klub Girona FC di Spanyol itu tentu tak akan setajam Cavani.

Meskipun tampil tanpa Cavani, rasa optimisme tetap terpancar dari kubu Uruguay. Gelandang Uruguay, Lucas Torreira, menyatakan Tabarez telah menganalisis kelemahan Prancis dan mereka siap mengeksploitasi kelemahan tersebut.

“Ini akan menjadi laga yang sulit. Mereka memiliki pemain penting di lini tengah yang memiliki kecepatan. Kami telah menganalisis permainan dan kelemahan mereka, sehingga kami bisa memanfaatkannya,” ujarnya.

Pemain Prancis, Adil Rami, menilai absennya Cavani sebagai sebuah keuntungan. Menurut dia, Cavani sebenarnya bisa menjadi ancaman serius bagi Prancis jika bermain.

“Sayangnya, ketidakberuntungan satu orang menjadi keuntungan buat yang lain,” kata Rami. “Kita membicarakan Edinson Cavani, salah satu penyerang terbaik di dunia, dan dia tengah dalam performa bagus di turnamen ini. Jadi saya pikir ini tidaklah buruk buat kami bahwa dia cedera.”

Prancis sendiri akan tampil tanpa gelandang Blaise Matuidi, yang harus menjalani hukuman akumulasi kartu. Namun hal itu tak menjadi masalah. Pelatih Didier Deschamps memiliki banyak stok gelandang berkualitas untuk menggantikan Matuidi.

Pemain muda Corentino Tolisso atau gelandang berpengalaman Steven Nzonzi bisa menjadi pilihan bagi Deschamps. Nzonzi, yang menyatakan siap mengisi posisi Matuidi, pun menilai timnya tak terlalu bergantung pada satu orang, sehingga siapa pun yang diturunkan tak akan menjadi masalah.

“Kami telah menunjukkan bahwa kami adalah tim sesungguhnya. Tim yang tangguh dan kuat,” ujarnya. “Tujuan kami adalah melangkah lebih jauh dan saya kira kami memiliki kemampuan untuk melakukan itu. Energi dalam skuad kami sangat positif. Kami memiliki semua bahan yang dibutuhkan.”

Yang harus diwaspadai Uruguay adalah trio penyerang Olivier Giroud, Antoine Griezmann, dan Kylian Mbappe. Giroud, meskipun belum mencetak gol di Piala Dunia 2018, bermain cukup apik sebagai penyerang tunggal di jantung pertahanan lawan. Dia menjadi penarik pemain belakang lawan, sehingga bisa membuat Griezmann dan Mbappe memiliki ruang untuk mencetak gol.

Bintang utama Prancis tentu saja Kylian Mbappe. Dua golnya ke gawang Argentina pada babak 16 besar lalu menegaskan kemampuannya sebagai pemain muda paling berbahaya di Piala Dunia 2018. Kecepatannya, ketenangannya mengeksekusi peluang, serta kepintarannya mencari celah di pertahanan lawan harus diwaspadai lini belakang Uruguay, yang akan dikomandoi oleh Diego Godin.

Antoine Griezmann juga sosok yang bisa menjadi pemecah kebuntuan bagi Prancis. Penyerang asal Prancis itu sangat piawai melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Dari lima percobaan Griezmann sejauh ini, empat di antaranya mengarah tepat ke sasaran. Hanya, memang belum ada yang berbuah menjadi gol.

Selain dari Griezmann, ada ancaman dari lini tengah Prancis. Gelandang Paul Pogba juga bisa menjadi ancaman serius jika diberikan ruang tembak oleh para pemain Uruguay.

Dengan kekuatan skuad yang lebih unggul, Prancis seharusnya bisa menundukkan Uruguay. Namun kepintaran Oscar Tabarez meramu strategi tampaknya akan menjadi keunggulan bagi mereka.

Tabarez dan Deschamps sempat dua kali beradu strategi, dan hasilnya adalah satu kali menang untuk Uruguay dan satu laga lainnya berakhir imbang. Dalam sejarahnya, Uruguay juga lebih sering meraih kemenangan dalam delapan pertemuan kedua tim, dengan mengantongi tiga kemenangan, sedangkan Prancis hanya mampu memetik satu kemenangan. Kemenangan Prancis itu pun terjadi lebih dari tiga dekade lalu.

FIFA


Fatal error: Uncaught wfWAFStorageFileException: Unable to save temporary file for atomic writing. in /home/corongid/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php:29 Stack trace: #0 /home/corongid/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php(567): wfWAFStorageFile::atomicFilePutContents('/home2/corongid...', '<?php exit('Acc...') #1 [internal function]: wfWAFStorageFile->saveConfig() #2 {main} thrown in /home/corongid/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php on line 29