Suporter-suporter yang Belum Juga Dewasa

Sumber

Jakarta – Banyak kejadian di Liga 1 2019 yang menunjukkan suporter klub yang belum dewasa. Kericuhan suporter bahkan sudah terjadi pada laga pembuka.

PSS Sleman vs Arema FC menjadi pembuka Liga 1 2019. Duel di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 15 Mei diwarnai kejutan dengan kemenangan tim promosi atas juara Piala Presiden.

Super Elang Jawa menang 3-1 atas Singo Edan saat itu. Sayangnya, ada satu cela di balik kemenangan tuan rumah itu. Ada kericuhan suporter di tribune, yang sampai membuat Sekjen PSSI, Ratu Tisha, mengalami luka kecil di tangannya.

‘Kerusuhan’ besar di laga Liga 1 2019 terjadi di Gelora Bung Tomo. Kali ini, Persebaya Surabaya yang menjadi tuan rumahnya, saat menjamu PSS Sleman.

Dalam pertandingan pada 29 Oktober itu, Bonek sampai membakar e-board juga merusak beberapa fasilitas stadion. Hukuman untuk Persebaya cukup berat karena kerusuhan itu.

Denda sebesar Rp 200 juta dijatuhkan untuk Persebaya oleh Komisi Disiplin PSSI. Ditambah dengan menggelar pertandingan tanpa penonton. Kerusakan pada GBT membuat Persebaya sempat terusir, mereka mesti menjalani laga di Stadion Batakan, Balikpapan.

Kerusuhan lainnya yang melibatkan tim Jawa Timur terjadi pada laga Persela Lamongan. La Mania melakukan protes pada pertandingan sesama tim papan bawah dengan Perseru Badak Lampung FC.

Setelah Alex Goncalves gagal mencetak gol lewat penalti, suporter di tribune masuk ke lapangan. Setelah tertunda, Persela akhirnya bisa menang 1-0.

Komdis PSSI memberikan hukuman berat untuk Persela. Denda Rp 200 juta dan hukuman menjalani laga tanpa penonton kandang dan tandang sampai akhir musim yang dijatuhkan oleh Komdis.

[Gambas:Instagram]