Tottenham Vs Chelsea: Rudiger Jadi Korban Serangan Rasial

London – Tottenham Hotspur Vs Chelsea meninggalkan noda hitam terkait upaya menghapus rasialisme di sepakbola. Antonio Rudiger jadi korban serangan rasial di laga itu.

Momen serangan rasial pada Rudiger terjadi di sekitar menit 63. Pemain Chelsea asal Jerman itu memberi indikasi bahwa dirinya telah menjadi korban serangan rasial dengan menirukan gerakan monyet.

Sesuai prosedur yang ditetapkan FIFA, Rudiger melaporkan hal tersebut ke wasit, yang kemudian diteruskan ke ofisial keempat. Bahkan di tengah pertandingan terdengar imbauan melalui pengeras suara di stadion untuk tidak melakukan aksi rasial.

‘Antonio (Rudiger) datang ke sana dan mengatakan dia mendengar serangan rasial yang diarahkan padanya. Jadi saya melaporkannya ke wasit. Saya menyerahkan wasit untuk melakukan apa yang menjadi tugasnya. Kami sangat menyesalkan kejadian ini, bersama-sama kita harus menghentikannya,” ucap kapten Chelsea Cesar Azpilicueta, dikutip dari Sky.

Sementara itu, pihak Tottenham Hotspur memastikan kalau peristiwa tersebut akan mereka selidiki sampai tuntas. Di sisi lain, Asosiasi Pesepakbola Profesional (PFA) menuntut pemerintah ikut menyelidiki kasus serangan rasial ini.

“Setiap bentuk rasialisme tidak bisa diterima dan kami tidak akan menoleransi itu di dalam stadion kami. Kami menanggapi tuduhan ini dengan sangat serius dan akan mengambil tindakan paling kuat terhadap individu yang ketahuan melakukan ini, termasuk larangan masuk stadion,” demikian pernyataan resmi The Lilywhites.

Laga Tottenham Hotspur Vs Chelsea pada akhirnya tuntas dengan skor 0-2. The Blues pulang membawa kemenangan berkat dua gol Willian di babak pertama. Sementara Spurs justru kehilangan Son Heung-Min yang dikartu merah pada pertengahan babak kedua.

Simak Video “Hancurkan Everton 5-2, Liverpool Sangat Perkasa!
[Gambas:Video 20detik]
(din/rin)