Direct Release: Trend Micro Bantu INTERPOL Bekuk Gembong Penjahat Siber Internasional Bermarkas di Nigeria

trendmicro

DALLAS, 8 Agustus 2016 Trend Micro Incorporated (TYO: 4704), pemimpin global di kancang software dan solusi keamanan terkemuka, hari ini mengumumkan berhasil dibekuknya salah satu gembong kejahatan siber internasional yang ditengarai telah berhasil menggasak uang hasil kejahatan setara lebih dari $ 60 juta yang mereka hasilkan dari penipuan melalui business email compromise (BEC) scams dan model penipuan CEO fraud. Operasi penggerebekan ini merupakan hasil kolaborasi antara INTERPOL bersama Nigerian Economic and Financial Crime Commission dengan mendayagunakan riset Trend Micro dalam mengidentifikasi dan menangkap pelaku kejahatan siber tersebut.

“Trend Micro merupakan advokat keamanan yang aktif menjalin kolaborasi dengan berbagai elemen baik di sektor publik maupun swasta dalam memerangi kejahatan dunia maya,” tutur Raimund Genes, Chief Technology Officer Trend Micro. “Kami menentang segala bentuk tindak kejahatan yang memanfaatkan teknologi dalam melancarkan aksi mereka, dan kami di Trend Micro berkomitmen untuk selalu memberikan dukungan terbaik bagi aparat penegak hukum untuk membantu melacak dan menangkap para penjahat siber tersebut. Hal ini menjadi salah satu tonggak bagi komunitas keamanan siber untuk makin mempererat kerja sama menumpas kejahatan siber.”

Gembong penjahat asal Nigeria yang berhasil ditangkap tersebut ditengarai sebagai pemimpin dari 40 orang kawanan di jaringan penjahat siber yang beroperasi di Nigeria, Malaysia dan Afrika Selatan. Mereka menciptakan malware dalam melancarkan serangan siber. Gembong tersebut dicurigai juga terlibat dalam tindak kejahatan pencucian uang bersama dengan para pelaku pencuci uang dari negara Cina, Eropa, serta Amerika Serikat yang menyediakan detil akun bank secara illegal sebagai tempat penyimpanan uang hasil curian mereka.

Keberhasilan operasi penangkapan ini tentu tak lepas dari kerja sama yang terjalin erat di antara pihak-pihak yang tergabung dalam komunitas keamanan global yang memiliki tujuan yang sama yakni bersama-sama mewujudkan Internet yang aman,” ungkap Noboru Nakatani, Executive Director of the INTERPOL Global Complex for Innovation. “BEC scams sulit diberantas karena kompleksitas operasi mereka, untuk itulah dibutuhkan kerja sama yang erat yang terjalin di semua sektor, baik oleh swasta maupun pemerintah, dalam memerangi dan menanggulangi tindak kejahatan siber.”

Trend Micro merupakan mitra strategis yang mendukung INTERPOL beserta negara-negara yang menjadi anggotanya dengan wawasan dan pengetahuan mendalam, sumber daya, serta strategi dalam memerangi tindak kejahatan siber di tingkat global melalui Global Complex for Innovation yang dipusatkan di negara Singapura.

Jagat Review

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *