Ganti Nama Jadi AdColony, Opera Mediaworks Akan Andalkan Iklan Mobile Berbasis Data

opera-adcolony-official-image-2

opera-adcolony-official-image-2

Dua perusahaan iklan mobile di bawah bendera Opera ASA, yaitu Opera Mediaworks dan AdColony, mengumumkan integrasi bisnis periklanan mereka ke dalam satu merek baru. Dengan begitu, Opera Mediaworks pun berganti nama menjadi AdColony.

Sebagai hasil dari integrasi bisnis yang akan resmi bergulir pada Januari 2017 ini, AdColony akan mencakup semua area bisnis dari Opera Mediaworks dan AdColony, termasuk media-rich/display, streaming video, video Instant-Play, dan seluruh teknologi dan format iklan yang tersebar di dalam marketplace milik AdColony yang telah terprogram.

Sekadar informasi, AdColony adalah platform iklan video mobile yang dibeli Opera pada tahun 2014. Setelah akuisisi itu, AdColony menjadi bagian integral serta pengendali pendapatan utama dari bisnis Opera Mediaworks. Oleh karena itu, penggunaan nama AdColony untuk melanjutkan momentum dan reputasi merek di industri periklanan mobile bisa dimengerti.

Alasan perubahan nama menjadi AdColony juga disebabkan oleh proses akuisisi peramban milik Opera ASA oleh perusahaan konsorsium asal China. Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, konsorsium memegang seluruh hak nama dan merek “Opera”. Pada akhirnya, proses akuisisi mengharuskan Opera ASA selaku induk perusahaan untuk mengubah nama Opera Mediaworks.

“Saya senang dapat menyatukan bisnis periklanan di bawah brand AdColony secara global,” ujar Will Kassoy (CEO, AdColony). “Kami juga sangat bersemangat untuk menghadirkan pengalaman brand yang dapat menggugah emosi dan mampu memberikan hasil yang nyata dengan menggabungkan kreativitas dan generasi terbaru teknologi iklan, seperti otomatisasi dan artificial intelligence berbasis data science.”

“Proses rebranding ini adalah kesempatan bagi kami untuk menegaskan siapa kami, apa yang kami lakukan, serta apa peran yang kami mainkan dalam industri ini. Positioning AdColony yang kuat di tengah teknologi seluler dan video yang terbaik di kelasnya akan meningkatkan kehadiran dan relevansi, sekaligus memperkokoh posisi kami di dalam industri mobile advertising,” Vikas Gulati (Managing Director for Asia, AdColony) menambahkan.

Pencapaian dan Visi Global AdColony

AdColony akan terus memanfaatkan software development kit (SDK) yang saat ini masih menjadi yang terbaik di dunia, kedua setelah Google untuk kategori 1.000 aplikasi terbaik di dunia. Beberapa aplikasi populer, yang AdColony sebut sebagai “Today’s Primetime” termasuk dalam deretan penerbit dengan pertumbuhan paling pesat seperti Liputan6, Detik, Kapanlagi, dan perusahaan media lainnya.

adcolony-ad-mobile

Mobile First Insight (MFI) terbaru untuk Asia Pasifik menyatakan bahwa pengguna ponsel menghabiskan sekitar 46 menit setiap hari pada setiap penggunaan aplikasi populer, dengan lama rata-rata penggunaan per sesi lebih dari 9.6 menit; lebih lama dibandingkan dengan standar waktu penggunaan aplikasi lain.

Selain itu, menurut proyeksi terbaru eMarketers, Indonesia adalah pasar iklan kedua terbesar di dunia setiap tahun sejak 2015 hingga 2019. Pengeluaran untuk digital advertising saat ini sedang bertumbuh empat kali lipat lebih cepat dan pengeluaran mobile advertising meningkat hingga tiga digit dan akan terus bertambah hingga tahun 2018.

Jejak SDK yang kuat memungkinkan AdColony mengakses sinyal data yang lebih kuat dibanding pemain lain untuk data dan penargetan yang lebih baik guna menciptakan hasil optimal bagi pengguna. AdColony terus berinvestasi ke dalam data science dan machine learning.

Selama beberapa bulan terakhir ini, AdColony telah merekrut ilmuwan terbaik dalam bidang teknologi dan data yang dapat bekerja untuk memperbaiki platform terpadu dengan nama Apollo yang akan diluncurkan dalam beberapa fase sepanjang tahun 2017.

InfoKomputer Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *