Gerah Dijiplak Facebook dan Instagram, Snapchat Rekrut Pakar Sekuriti

Ilustrasi Snapchat

Malang nian nasib Snapchat. Aplikasi chat ini sempat populer di kalangan anak muda berkat fitur-fitur inovatif, seperti pesan teks dan video yang bisa menghilang dalam 24 jam atau membubuhkan teks dan stiker pada foto.

Namun, dalam satu tahun terakhir, sejumlah fitur unggulan Snapchat itu “dijiplak” oleh kompetitornya yang lebih besar, yakni Facebook dan Instagram, yang notabene masih berada di bawah satu bendera, serta Twitter dan WhatsApp.

Kerugian terbesar yang dialami Snapchat adalah fitur Stories yang ditiru pesaingnya itu ke dalam fitur Facebook Stories dan Instagram Stories–bahkan tanpa perubahan nama fitur.

Dampaknya cukup fatal. Beberapa analis memperkirakan bahwa jumlah penonton Snapchat Stories menurun antara 15 dan 40 persen sejak fitur Instagram Stories diperkenalkan pada Agustus 2016. Baru-baru ini, Instagram Stories malah sudah mencatat 150 juta penonton harian.

Gerah melihat aksi “plagiarisme” ini, Snap Inc. (perusahaan induk Snapchat) mengambil langkah preventif dengan merekrut seorang pakar sekuriti, Laurent Balmelli.

Dikutip dari Digital Trends, Balmelli ialah karyawan veteran yang pernah bekerja 10 tahun di IBM, kemudian keluar dan mendirikan beberapa startup teknologi. Salah satunya Strong.Codes, startup yang menciptakan alat untuk melindungi kode program dari reverse engineering–teknik yang sering dipakai untuk menguraikan source code agar mengetahui cara program itu dibuat.

“Perlindungan software adalah topik yang akhir-akhir ini makin penting, terutama sejak pertumbuhan komputasi mobile. Tujuan kami adalah untuk membuat pembajakan software menjadi jauh lebih sulit dan mahal,” kata Snap Inc.

Ilustrasi Instagram vs Snapchat

Bersamaan dengan perekrutan Balmelli, Snap Inc. juga dilaporkan membuka kantor cabang di Swiss, negara yang sama dengan markas Strong.Codes. Hal ini memicu rumor bahwa Snap Inc. telah mengakuisisi startup itu. Tetapi, Snap Inc. hanya menyatakan bahwa kantor di Swiss itu bakal dipergunakan untuk pengembangan teknologi dan keamanan komputer serta komersialisasi software dan peralatan komputer.

Pada pekan lalu, Snap Inc. mengajukan permohonan IPO (Initial Public Offering) atau penawaran saham perdana di lantai bursa New York Stock Exchange.

Dengan perkiraan nilai saham US$ 16,33 per lembar, Snap Inc. memiliki valuasi sekitar US$ 21 miliar. Snap Inc. berharap bisa menjual saham hingga US$ 3 miliar pada IPO bulan depan sehingga mendongkrak nilai perusahaan menjadi US$ 24 – 25 miliar.

Jika IPO itu sukses, Evan Spiegel (Pendiri dan CEO, Snapchat) bakal bertambah kaya dengan bonus sekitar US$ 600 juta dari hasil penjualan saham, ditambah kepemilikan saham Snap Inc. senilai US$ 3,7 miliar.

InfoKomputer Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *