Harga Saham Perusahaan Teknologi Anjlok, Apakah Efek dari Trump?

NEW YORK - SEPTEMBER 20:  Donald Trump (L) speaks with Frank Zarb, former CEO of the Nasdaq Stock Market, before opening the Nasdaq Market September 20, 2005 in New York City. Trump listed Trump Entertainment Resorts with Nasdaq.  (Photo by Michael Nagle/Getty Images)

NEW YORK - SEPTEMBER 20:  Donald Trump (L) speaks with Frank Zarb, former CEO of the Nasdaq Stock Market, before opening the Nasdaq Market September 20, 2005 in New York City. Trump listed Trump Entertainment Resorts with Nasdaq.  (Photo by Michael Nagle/Getty Images)

NEW YORK – SEPTEMBER 20: Donald Trump (L) speaks with Frank Zarb, former CEO of the Nasdaq Stock Market, before opening the Nasdaq Market September 20, 2005 in New York City. Trump listed Trump Entertainment Resorts with Nasdaq. (Photo by Michael Nagle/Getty Images)

Harga saham dari perusahaan-perusahaan teknologi papan atas yang terjun di bursa efek Wall Street mengalami penurunan cukup signifikan, Kamis (10/11) atau satu hari setelah Donald Trump memenangi Pemilihan Presiden AS.

Contohnya saja, Barron’s melaporkan bahwa harga saham Apple turun 3,3% menjadi US$ 107, Alphabet turun 4% menjadi US$ 773, Tesla Motors turun 4,3% menjadi US$ 182, dan Twitter turun 4,8% menjadi US$ 18.

Harga saham paling anjlok dialami Netflix yang turun 5,3% menjadi US$ 116, Facebook turun 5,2% menjadi US$ 117, dan Amazon.com turun 5,1% menjadi US$ 733.

 

Nasib sebaliknya dialami perusahaan-perusahaan di sektor industri yang rata-rata naik 0,7%, dengan pencapaian terbaik diperoleh Caterpillar Inc. yang harga sahamnya menanjak 3,8%.

Reuters memperkirakan bahwa pergerakan harga saham ini yang berbeda di kedua sektor ini merupakan dampak dari terpilihnya Trump sebagai Presiden AS.

Diketahui bahwa kebijakan-kebijakan Trump akan lebih menguntungkan bagi pebisnis manufaktur dan infrastruktur daripada para pengusaha di bidang teknologi. Itulah sebabnya Trump demikian dimusuhi oleh sebagian besar praktisi startup dan teknologi, terutama mereka yang bermarkas di Silicon Valley, California.

Hal ini memicu para pemain saham untuk menjual saham perusahaan teknologi dan membeli saham perusahaan industri.

Namun, analisis ini ditepis Michael Yoshikami (Head of Destination Wealth Management). “Saya tidak berpikir pemerintahan baru akan berdampak negatif pada saham teknologi. Kejadian ini hanya menunjukkan permintaan yang lebih tinggi pada sektor lain, jadi terjadi rotasi harga saham,” tukasnya.

Sedangkan James Cakmak (analis saham perusahaan internet) menyatakan kepada CNN, “Ada beberapa faktor yang mengakibatkan kondisi ini, tapi memang jelas sektor teknologi mengalami dampak negatif dari ketidakpastian regulasi [di bawah Trump].”

 

 

 

InfoKomputer Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *