Kupas Tuntas Perangkat dan Teknologi Virtual Reality (Bagian 2)

Google Daydream

Google Daydream

Google Daydream

Perangkat berbasis virtual reality (VR) dan augmented reality (AR) akan menjadi tren di masa depan. Beberapa perusahaan teknologi seperti Google, Facebook dan Samsung telah terjun ke pasar ini bahkan Apple sedang melakukan pengembangan untuk meluncurkan perangkatnya yang berbasis AR.

Teknologi tanpa inovasi bukanlah teknologi dan AR atau VR adalah bagian kecil dari inovasi teknologi di masa depan. Berikut, Info Komputer lanjutkan tentang pembahasan perangkat VR seperti dikutip The Verge.

Google Daydream

Google Daydream

Google Cardboard dan Daydream

Google meluncurkan perangkat VR pertamanya yaitu Cardboard. Google membanderol Cardboard senilai $ 15 model atau sekitar Rp200 Ribu.

Setelah Cardboard, Google kembali memperkenalkan Daydream pada Mei 2016. Daydream terintegrasi dengan sistem operasi Google terbaru yaitu Nougat dan membutuhkan hardware yang kompatibel dengannya. Headset Google Daydream terbuat dari fabric dan memiliki kontroler untuk membaca gerakan Anda pada aplikasi dan game.

Layanan Google seperti YouTube, Street View dan Photos akan mendukung perangkat Daydream. Google pun menggandeng mitra seperti Netflix, the Wall Street Journal, the New York Times, the Guardian, JK Rowling’s Fantastic Beasts and Major League Baseball untuk menyiapkan aplikasinya.

Headset Cardboard dan aplikasinya dapat berjalan pada smartphone Android dan iPhone yang ada di pasar sekarang. Namun, saat ini Daydream View membutuhkan smartphone Google Pixel untuk menjalankannya. Baru tahun depan, smartphone Android lainnya bisa menggunakan Daydream.

Google membanderol Daydream senilai $ 79 atau sekitar Rp1 Jutaan sudah termasuk kontroler. Daydream akan memberikan tekanan yang kuat kepada Gear VR.

Anda memang akan terlihat sedikit konyol saat menggunakan HoloLens, namun efek yang dihasilkan akan membuat kekonyolan itu sepadan

Anda memang akan terlihat sedikit konyol saat menggunakan HoloLens, namun efek yang dihasilkan akan membuat kekonyolan itu sepadan

Microsoft

Saat ini Microsoft fokus menggarap pasar perangkat augmented-reality (AR) HoloLens. Saat ini Microsoft sedang menggandeng beberapa partner untuk membuat HoloLens yang mendukung Windows PC. Rencananya, Microsoft akan menjual HoloLens pada 2017 dengan banderol $ 299 atau sekitar Rp4 juta.

Augmented Reality vs Virtual Reality

Saat ini sedang ngetrend perangkat berbasis AR dan VR. Perangkat AR menawarkan perangkat digital yang berbeda. Anda mungkin dapat melihat kucing Anda di jalanan tetapi dengan karakter digital.

Google pernah meluncurkan kacamata pintar Google Glass yang mengusung teknologi AR pada 2014.

Namun, Google urung menjual kacamata tersebut. Microsoft HoloLens adalah perangkat AR tetapi bisa berjalan pada PlayStation VR. Sementara itu, sebuah startup Magic Leap yang berbasis di Florida, AS mendapat suntikan dana $ 1.4 miliar untuk pengembangan perangkat dan teknologi AR.

Saat ini cara terbaik untuk menikmati AR melalui aplikasi smartphone seperti game Pokemon Go dan kacamata Snap Inc Spectacles.

Sedangkan, perangkat VR membawa Anda ke dunia virtual melalui layar pada headsetnya. Perangkat VR yang tersedia saat ini seperti Oculus Rift dan PlayStation VR lebih menyasar para penyuka game. Game juga sebagai media yang cocok untuk memamerkan teknologinya.

Namun, Mark Zuckerberg menekankan VR tidak hanya sebatas game saja.

“Ini baru awal saja. Setelah game, kami akan menghadirkan platform Oculus dengan pengalaman lainnya,” katanya setelah mengakuisisi Oculus.

InfoKomputer Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *