Mighty No 9 Dikritik, Inafune Beralasan “Daripada Gak Ada!”

mighty no 9

Harapan yang runtuh perlahan namun pasti, tak ada lagi kalimat yang lebih tepat untuk menjelaskan kondisi Mighty No.9 saat rilis. Ketika pertama kali diumumkan sebagai sebuah seri “penerus” untuk Megaman, gamer bersorak-sorai menyambut kehadirannya apalagi dengan sosok Keiji Inafune yang menjadi kepalanya. Hanya dalam waktu singkat, Mighty No.9 langsung meraih sumber pendanaan yang begitu kencang dari Kickstarter hingga menyentuh angka USD 4 juta. Ada begitu banyak janji, dari rilis platform yang lebih beragam hingga mekanisme yang aka membawa Anda kembali pada sensasi nostalgia masa lampau. Namun hasil akhirnya? Buruk. Bahkan proses penundaan yang terjadi beberapa kali tak mampu menyelamatkan proyek ini.

Kami sendiri memang belum menjajal game ini secara langsung, namun hampir semua review dan kritik di awal rilis berakhir buruk. Tak hanya kritik soal kualitas yang ternyata tak sebaik yang dibayangkan, rilisnya juga bermasalah dengan beberapa gamer donatur yang masih tak mendapatkan game mereka hingga saat ini atau mendapatkan kode unduhan yang salah. Tak hanya itu saja, tanpa alasan yang jelas, Comcept juta menunda rilis untuk versi Xbox 360, Mac, dan Linux untuk sebuah alasan yang sama sekali tak jelas. Kritik mengumandang keras di dunia maya ini akhirnya direspon oleh Keiji Inafune sendiri lewat sesi live-streaming terbarunya. Jawabannya? Sangat tidak memuaskan.

Alih-alih meminta maaf atau menawarkan solusi yang lebih bermanfaat, reaksi Keiji Inafune justru memicu lebih banyak kekecewaan. Ditranslasikan oleh pegawai Comcept yang lain, Inafune menyebut bahwa apa yang kita dapatkan saat ini adalah apa yang mereka tawarkan untuk dunia Mighty No.9 itu sendiri. Mereka tak akan menawarkan ekstra DLC atau microtransactions sama sekali untuknya. Ia berharap game ini sukses supaya ia bisa meracik sebuah seri sekuel, karena menurutnya, ia masih tak puas dengannya. Keiji Inafune mengaku tahu bahwa game ini tak sempurna, namun setidaknya lebih baik daripada tak ada sama sekali.

Sikap “Mending jelek, daripada gak ada” yang jadi highlight sesi live-streaming terbaru in tentu saja memicu reaksi keras banyak gamer, terutama dari donatur yang sudah memercayakan uang  mereka ketika game ini masih berjuang di Kickstarter. What a shame..

Jagat Review

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *