NetApp Prediksi 4 Tren Industri Teknologi Informasi Tahun Ini

A sign on the headquarters campus of NetApp in Sunnyvale, California on January 1, 2014. Photo Credit: Kristoffer Tripplaar/ Sipa USA

Saat ini perusahaan dari berbagai belahan dunia sedang menghadapi tantangan transformasi digital. Situasi itu memaksa perusahaan untuk beradaptasi dan mengatasi
masalah-masalah kritis seperti kebutuhan sumber daya manusia, manajemen data, infrastruktur teknologi, konektivitas, dan meningkatkan pengalaman pelanggan.

Saat ini mayoritas perusahaan di Indonesia sudah siap menjalani tranformasi digital dan memperbarui infrastruktur teknologi informasi. NetApp mengungkapkan ada sejumlah tren teknologi informasi yang akan terjadi pada tahun ini. Ada empat prediksi global utama yang berlaku di Indonesia yaitu data, model baru, cloud dan
transformasi digital.

1. Data Adalah Mata Uang Baru

Ledakan data telah mengubah cara perusahaan dalam menjalankan bisnis mereka, menyusul kehadiran perusahaan seperti Gojek, Uber, dan Airbnb. Data juga menjadi sebuah faktor penting untuk mengambil keputusan, menentukan target perusahaan dan membantu perusahaan memetakan pemasaran dan produk layanan jasa.

“Ini membuat pemasaran menjadi lebih efektif dan lebih tepat sasaran. Data adalah sebuah mata uang baru yang berpotensi mengubah setiap aspek perusahaan, dari model bisnis, ke teknologi, dan ekspektasi pengguna,” kata Ana Sopia (Country Manager NetApp Indonesia) dalam siaran persnya, Sabtu.

Rick Scurfield (President NetApp Asia Pacific) meyakini data akan menjadi pendorong kunci dalam memberikan layanan elektronik real time berbasis pengetahuan bagi konsumen. Di Indonesia, industri yang paling berkembang memanfaatkan big data antara lain industri ritel online (e-commerce), perbankan, dan telekomunikasi.

“Industri-industri ini mulai mengeksplorasi nilai dari data tambahan dan mengaplikasikannya untuk memberi keuntungan bagi konsumen,” ujarnya.

2. Model Baru Mengambil Alih

Pasar membutuhkan layanan yang dapat memecahkan berbagai macam masalah dan memerlukan dukungan platform dan layanan ekosistem. Ana melihat layanan ini akan sangat efektif, efisien dan hemat biaya. Beberapa perusahaan telekomunikasi dan service provider di Indonesia juga sudah menyediakan berbagai layanan seperti Amazon.

“Di Indonesia, tren ini akan meluas karena banyak talenta-talenta muda dari kalangan developer dan programmer yang lebih memilih menggunakan layanan seperti ini,” ucapnya.

3. Cloud Sebagai Katalis dan Akselerator

Banyak organisasi dan perusahaan menggunakan teknologi cloud untuk mendukung kebutuhan data mereka. Perusahaan-perusahaan mulai memanfaatkan praktik-praktik software development and Information (DevOps) yang mengandalkan pengembangan software informasi melalui cloud dalam rangka menguji sebuah aplikasi dengan menggunakan sampel data.

“Praktik ini sangat murah karena perusahaan bisa berinovasi dengan harga yang jauh lebih terjangkau ketimbang harus membuat data center sendiri,” ujar Ana.

4. Lampaui langkah awal Transformasi Digital

Perusahaan di Indonesia telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk transformasi digital melalui pengembangan infrastruktur lebih lanjut dengan cloud dan teknologi baru. Langkah awal ini sangat penting sebagai penentu keberhasilan transformasi digital.

“Saya percaya banyak perusahaan di sektor lain yang akan mengikuti langkah mereka terutama karena disrupsi digital telah dan semakin mempercepat perluasan tren
tersebut,” pungkasnya.

InfoKomputer Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *