Pengadilan Tolak Tawaran Ganti Rugi Uber untuk Driver Mereka

Uber, salah satu perusahaan teknologi untuk layanan transportasi asal Amerika Serikat, saat ini menuai banyak komentar pro maupun kontra di berbagai negara yang telah didatanginya. Layanan ride-sharing yang mereka hadirkan memang banyak digunakan, tetapi tidak sedikit pula yang mengajukan protes karena layanan itu dianggap mengganggu bisnis beberapa pihak. Selain itu, mereka kadang juga mendapat masalah dari kalangan internal, mitra driver mereka sendiri.

uber

Masalah dengan driver mereka sendiri ini baru-baru ini terjadi di negara asal mereka, Amerika Serikat. Uber mendapatkan tuntutan hukum, di mana sekitar 385000 driver Uber melakukan class action menuntut Uber untuk membayar ganti rugi sebesar US$ 850 juta. Tuntutan itu diajukan karena driver merasa mereka tidak mendapatkan dukungan dari Uber, termasuk pengeluaran untuk bahan bahar, perbaikan kendaraan, serta asuransi. Uber tampaknya memandang hal itu secara berbeda, karena memang posisi driver adalah partner atau mitra bisnis mereka, bukan pekerja mereka.

Dari tuntutan class action ini, Uber sempat menawarkan penyelesaian dengan membayar ganti rugi sebesar US$ 100 juta saja kepada driver Uber, selama para driver tetap mau menerima status mereka hanya sebatas mitra bisnis saja. Uber memang tidak mau memperlakukan para driver sebagai pegawai resmi mereka. Untuk pembayaran ini, Uber dapat membayar ganti rugi sebesar US$ 84 juta secara langsung dan sisa US$ 16 juta akan dibayar menyusul secara dicicil. Namun, tawaran Uber ini ditolak oleh hakim Edward Chen yang mengatakan ganti rugi ini tidak adil terhadap para driver Uber, karena kerugian yang diderita para driver diperkirakan mencapai US$ 850 juta.

Sumber: Engadget

Jagat Review

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *