Penjualan Smartwatch Merosot Tajam, Apple Watch Masih Terpopuler

Jeff Williams, (Chief Operations Apple)  mengungkapkan keunggulan Apple Watch Serie 2 yang terbuat dari keramik dan mampu menyelam hingga kedalaman 50 meter

Jeff Williams, (Chief Operations Apple) mengungkapkan keunggulan Apple Watch Serie 2 yang terbuat dari keramik dan mampu menyelam hingga kedalaman 50 meter

Jeff Williams, (Chief Operations Apple) mengungkapkan keunggulan Apple Watch Series 2 yang terbuat dari keramik dan mampu menyelam hingga kedalaman 50 meter

Apakah periode bulan madu bagi produsen smartwatch sudah berakhir? Setidaknya statistik terbaru dari IDC mencerminkan demikian.

Baru-baru ini, IDC melaporkan bahwa jumlah pengapalan smartwatch sepanjang kuartal ketiga 2016 menurun drastis hingga 51,6% dibandingkan kuartal yang sama tahun lalu. Angkanya merosot tajam dari 5,6 juta unit tahun lalu menjadi hanya 2,7 juta unit pada tahun ini.

Dari total angka tersebut, sebanyak 41,3% porsinya disumbangkan oleh Apple yang masih mengukuhkan diri sebagai pemimpin di pasar jam tangan cerdas. Meski begitu, Apple hanya mampu menjual 1,1 juta unit Apple Watch pada kuartal ini atau turun 71,6% daripada tahun lalu sebanyak 3,9 juta unit.

Peringkat kedua ditempati Garmin dengan pangsa pasar 20,5% yang berhasil melompati Samsung di posisi ketiga dengan pangsa 14,4%. Prestasi ini dicapai berkat kesuksesan arloji yang kompatibel dengan platform Connect IQ dan arloji premium Chronos yang berkontribusi terhadap peningkatan penjualan smartwatch Garmin dari sekitar 100 ribu unit menjadi sekitar 600 ribu unit.

Sedangkan posisi keempat dan kelima masing-masing ditempati Lenovo dan Pebble.

Laporan IDC tentang volume pengapalan smartwatch di kuartal ketiga 2016.

Laporan IDC tentang volume pengapalan smartwatch sepanjang kuartal ketiga 2015 – 2016.

“Penurunan tajam dalam volume pengapalan smartwatch mencerminkan cara vendor dan pembuat platform menyelaraskan diri,” kata Ramon Llamas (Wearables Team Research Manager, IDC).

“Apple merilis watchOS 3 yang baru tersedia saat Apple Watch Series 2 mulai diluncurkan pada akhir September. Sedangkan keputusan Google menunda Android Wear 2.0 berdampak pada vendor-vendor smartwatch yang ragu memutuskan pembaruan produk sebelum atau sesudah masa liburan (Natal dan Tahun Baru),” lanjut Llamas.

Hingga kuartal ketiga 2016 ini, kebanyakan vendor smartwatch memang masih harus puas menjual produk dengan model-model lawas, seperti Apple Watch Series 1, Samsung Gear S2, dan Moto 360. Pasalnya, sistem operasi terbaru belum juga dihadirkan para pengembang platform, kecuali watchOS 3 yang akhirnya baru dirilis di penghujung September bersama Apple Watch Series 2.

Oleh karena itu, bisa jadi laporan pengapalan smartwatch pada kuartal keempat 2016 nanti lebih baik daripada kuartal ketiga ini. Harapannya, Apple Watch Series 3 dan Samsung Gear S3 yang sudah diumumkan bulan lalu sanggup mendongkrak angka penjualan jam tangan cerdas.

Aneka smartwatch Garmin.

Aneka smartwatch Garmin.

Jitesh Ubrani (Senior Research Analyst, IDC Mobile Device Trackers) menyatakan, “Terbukti bahwa pada saat ini, smartwatch bukan untuk semua orang.”

Menurut Ubrani, hal yang penting bagi konsumen adalah memiliki smartwatch dengan fungsi yang berbeda dibanding smartphone. Inilah yang menyebabkan Garmin sukses karena smartwatch mereka berfokus pada fungsi pelacak kesehatan dan kebugaran.

“Namun, di masa depan, menawarkan diferensiasi pengalaman antara smartwatch dan smartphone akan menjadi kunci. Kita mulai melihat tanda-tanda integrasi smartwatch dengan koneksi seluler serta pelanggan bisnis dan korporat mulai mencoba perangkat ini,” pungkasnya.

InfoKomputer Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *