PETA “Serang” Mini Game Perah Susu Sapi Nintendo Switch

1-2-Switch jagatplay (13)

Anda yang cukup mengikuti informasi soal platform terbaru Nintendo – Nintendo Switch tentu sudah mengetahui soal eksistensi game bernama 1-2 Switch. Berisikan lebih dari 20 buah mini-game di dalamnya, 1-2 Switch didesain untuk memperlihatkan teknologi dan ragam potensi gameplay yang bisa dimanfaatkan dari kontroler terbaru Switch – Joy-Con. Salah satu mini game unik di dalamnya? Tentu saja mini game yang meminta untuk berlomba-lomba memerah susu sapi. Dengan sensasi HD Rumble Joy-Con, mini game bertajuk “Milk” ini memang terhitung populer. Seberapa populer? Cukup untuk membuat organisasi perlindungan hewan – PETA bereaksi.

Sudah bukan rahasia lagi sepertinya bahwa PETA memang sering bereaksi lebih dan menuduh video game mendukung penyiksaan hewan di beberapa judul game yang lalu,seperti Assassin’s Creed IV misalnya. Kali ini, PETA melayangkan surat terbuka kepada Nintendo perihal mini-game perah susu sapi Switch. PETA meminta Nintendo untuk menghadirkan konten yang lebih “realistis” untuknya. Bahwa tidak hanya sekedar kesenangan memerah susu sapi saja, tetapi juga menyisipkan konten industri ternak yang mereka sebut kejam.

Lewat sebuah surat terbuka, PETA meminta Nintendo memproyeksikan kekejaman industri susu sapi di mini-game 1-2 Switch mereka.
Lewat sebuah surat terbuka, PETA meminta Nintendo memproyeksikan kekejaman industri susu sapi di mini-game 1-2 Switch mereka.

Mereka ingin Nintendo memasukkan semua hal terkait industri susu segar di dalam game ini, dengan visualisasi yang juga eksplisit. Dari proses inseminasi paksa pada sapi betina atau bagaimana bayi-bayi sapi dipaksa untuk dipisahkan dari induk mereka supaya manusia bisa mengeksploitasi susu mereka sebagai produk jualan. PETA bahkan meminta Nintendo untuk menyuntikkan suara tangis bayi-bayi sapi tersebut sebagai pengingat.

Nintendo sendiri masih belum bereaksi soal permintaan kontroversial yang dilemparkan oleh President PETA – Ingrid E. Newkirk yang satu ini. Seriously, PETA?

Jagat Review

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *