Situs “Down” Bersamaan, Ini Penjelasan Tokopedia, Bukalapak, dan JD.ID

Ilustrasi Server Bukalapak

Situs web milik tiga e-commerce ternama di Indonesia, Bukalapak, Tokopedia. dan JD.ID tumbang secara bersamaan pada hari Rabu (1/3) sore hingga malam hari dan menyebabkan transaksi di tiga e-commerce itu berhenti selama sekitar lima jam.

Ibrahim Arief (VP of Engineering, Bukalapak) mengatakan insiden tumbangnya situs Bukalapak disebabkan oleh permasalahan listrik yang mati total di data center Bukalapak.

“Bukalapak membantah system down tersebut terkait dengan masalah keamanan dan sekuritas. Permasalahan ini tidak ada kaitannya dengan permasalahan keamanan dan sekuritas, maka kami dapat memastikan bahwa semua data yang ada di Bukalapak tetap aman,” katanya.

Ilustrasi server Tokopedia yang down

Siti Fauziah (PR Executive, Tokopedia) menjelaskan kini Tokopedia sudah bisa diakses kembali dan tim mitra data center Tokopedia sedang mengusahakan untuk bisa kembali melayani para pelanggan.

“Kami segenap tim memohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” tuturnya.

Sementara itu, Teddy Arifianto (Head of Corporate Communication and Public Affairs, JD.id) mengatakan penyebab “down“-nya data center JD.ID karena ada kesalahan teknis oleh Biznet.

“Sekarang sudah balik normal lagi sejak jam 10 malam kemarin. Situs kami down selama 5 jam dan menyebabkan ketidaknyamanan di hati konsumen,” ujar Teddy.

“Kami pun ingin meminta maaf sebesar-besarnya kepada pelanggan kami,” pungkasnya.

Bagaimana strategi JD.id supaya insiden situs down-nya tidak terulang? Teddy mengatakan belum ada keputusan yang diambil. Ia mengatakan pihaknya masih akan melakukan konsolidasi internal, apalagi hal ini erat kaitannya dengan fokus JD.id yang ingin selalu memberikan layanan terbaik bagi konsumen.

“Kami akan membahas dan mengonsolidasikan ini secara internal dengan Biznet,” pungkasnya.

Kronologisnya, ketiga situs milik e-commerce ternama itu tidak bisa diakses mulai sore hari kemarin. Hal itu menyebabkan pelanggan dari tiga situs itu tidak bisa melakukan transaksi dan bahkan membuka situs.

Namun, pada pukul 22.00 WIB semalam, ketiga situs e-commerce itu sudah kembali normal dan sudah bisa diakses.

InfoKomputer Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *