Stasiun Antariksa China yang Akan Jatuh Lintasi Indonesia

VIVA – Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional atau LAPAN kembali mendeteksi stasiun antariksa China, Tiangong-1 melintasi Indonesia. 

Stasiun antariksa China itu pada Rabu dini hari 28 Maret terdeteksi melintasi langit Indonesia pada pukul 00.28 WIB. Situs pemantauan benda jatuh antariksa buatan LAPAN, Track-It mendeteksi Tiangong-1 melintasi Indonesia pada ketinggian 202 kilometer

Ketinggian Tiangong-1 di langit Indonesia itu masih tak jauh dari sehari sebelumnya. Pada Selasa dini hari 27 Maret 2018, Tiangong-1 melintasi langit Indonesia pada ketinggian 198 kilometer. 

Dalam keterangannya di situs Pusat Sains Antariksa LAPAN, pada umumnya objek atau benda antariksa akan jatuh ke Bumi atau masuk ke atmosfer, jika pada ketinggian mencapai 122 kilometer. 

Pada aplikasi Track-It LAPAN, stasiun antariksa itu diperkirakan akan jatuh ke Bumi pada 2 April 2018. 

Sedangkan berdasarkan data elemen orbit pada 26 Maret 2018 yang diperoleh dari Space-Track, diperkirakan Tiangong-1 akan mengalami re-entry atau masuk ke atmosfer Bumi sekitar 1 April 2018. 

Prediksi terbaru dari peneliti sampah antariksa Prancis, Joseph Remis menunjukkan, stasiun antariksa milik China itu bakal jatuh lebih awal dari perkiraan sebelumnya. Stasiun antariksa tersebut bakal jatuh dari langit pada 1 April 2018.  

Tiangong-1 dalam masa operasionalnya telah mengalami setidaknya 14 kali penyesuaian ketinggian dengan menaikkan kembali ketinggian menggunakan mesin roketnya. Penyesuaian ketinggian terakhir dilakukan pada 16 Desember 2015. 

Tiangong-1 diluncurkan ke antariksa 7 tahun lalu. Selama mengorbit, astronaut China dua kali mengunjungi stasiun antariksa yang berukuran 10 meter itu. Kunjungan terakhir astronaut China ke Tiangong-1 yakni pada 2013.

Seiring berjalannya waktu, Tiangong-1 makin menurun fungsinya. Pada 4 Mei 2017, China melaporkan ke  Komite PBB untuk penggunaan aktivitas antariksa secara damai, Tiangong-1 akan masuk kembali ke atmosfer Bumi. Kala itu, China melaporkan, wahana itu mengalami kerusakan dan tidak dapat dikontrol sejak 16 Maret 2016. 

Sebagai gantinya, China mengirimkan Tiangong-2 ke antariksa pada 2016. Negeri Tembok Raksasa ini akan meluncurkan stasiun antariksa raksasa pada 2020-an.