pmTsHjvii96GPjQAwi-agzZG4CB4ZbnTkjdLI4picFg

Stratobus, Drone Satelit Berbentuk Balon Udara

Perusahaan Thales sedang mengembangkan pesawat yang bisa menjadi mata di langit. Disebut “Stratobus” si balon udara otonom dengan panjang 100 m ini digambarkan sebagai kombinasi drone dan satelit.

Thales baru-baru ini mengumumkan peluncuran proyek penelitian dan pengembangan Stratobus, dengan kucuran anggaran sebesar 17 juta euro untuk mengerjakan 24 tahap pengembangan untuk menghasilkan prototipe Stratobus, yang akan diuji pada tahun 2018 dan versi skala penuh yang akan siap pada tahun 2020.

3456F06100000578-3597099-image-a-42_1463587434683

“Stratobus adalah gabungan dari pesawat tak berawak dan satelit, memiliki kemampuan pengawasan wilayah secara permanen seperti satelit namun dengan biaya murah, “kata Thales Alenia Space Project Manager Jean-Philippe Chessel.

Stratobus menggunakan energi matahari dan ramah lingkungan, memiliki emisi karbon yang sangat kecil, jauh lebih kecil daripada pesawat pribadi kecil. Panel surya yang tersebar di balon drone ini mampu menghasilkan tenaga untuk sistem propulsi listrik, Sistem ini juga memungkinkan pesawat untuk mempertahankan posisinya secara stabil dari hembusan angin yang berkecepatan hingga 90 km / jam dengan menggunakan dua motor listrik di kedua sisi dan fitur sel bahan bakar reversibel ultra-ringan untuk penyimpanan energi.

Inovasi lain yang telah dikembangkan dan dipatenkan Thales, adalah ‘cincin di sekitar balon’, yang selalu berputar untuk tetap menghadap Matahari sepanjang hari disegala musim.

Stratobus melayang setinggi 20 kilometer di lapisan stratosfer, dengan kemampuan pantauan seluas 500 kilometer. Dirancang dengan kemampuan misi sebagai pemantauan wilayah perbatasan, situs-situs penting dan vital, pemantauan lingkungan didarat dan lautan. Stratobus juga dapat digunakan untuk keperluan navigasi, seperti cakupan GPS Augment di zona lalu lintas udara yang padat.

DailyNews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *