Aturan Ganjil Genap Tol Cikampek hingga Rancangan Ekonomi Makro 2019

Sumber

JAKARTA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengeluarkan aturan mengenai ganjil genap yang akan diberlakukan pada 12 Maret 2018 di ruas tol Jakarta-Cikampek.

Sementara itu, Sejumlah ruas jalan di Jakarta rusak dan berlubang. Kondisi ini mengancam keselamatan pengendara. Pemprov DKI Jakarta menganggarkan Rp175 miliar untuk perbaikan jalan tersebut.

BERITA TERKAIT +

Lalu, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menggelar rapat pimpinan (rapim) dengan seluruh eselon I di Gedung Djuanda I, Kementerian Keuangan, Jakarta. Hasil rapim akan menjadi bahan yang akan dibawa Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, siang ini.

Ketiga berita tersebut menjadi berita yang banyak menarik minat para pembaca di kanal Okezone Finance. Untuk itu, berita-berita tersebut kembali disajikan secara lengkap.

Ganjil Genap Tol Cikampek Bikin Macet di Jalan Utama, Menko Luhut Ajak Naik Bus

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengeluarkan aturan mengenai ganjil genap yang akan diberlakukan pada 12 Maret 2018 di ruas tol Jakarta-Cikampek.

Aturan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) nomor 18 tahun 2018 tentang pengaturan lalu lintas selama masa pembangunan proyek infrastruktur strategi nasional di ruas tol Jakarta-Cikampek.

Dengan pemberlakukan aturan ini, maka dikhawatirkan jalan utama akan semakin macet karena pengendara yang platnya tidak sesuai akan mengambil jalan di luar tol.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, kemacetan pasti akan terjadi sehingga diharapkan masyarakat menggunakan transportasi publik yang disediakan oleh Pemerintah.

“Ada, tapi enggak macet banget. Jadi gini konsepnya itu, kita mengedukasi masyarakat untuk menggunakan angkutan umum bus, kalau macet ya paling enak naik bus, karena naik bus Rp20.000,” jelas Luhut di Pintu Tol Bekasi Barat, Senin (3/5/2018).

Selain itu, waktu kedatangan bus akan dibuat secepat mungkin sehingga masyarakat yang buru-buru ke kantor di Jakarta tidak perlu menunggu lama. Maka dengan itu diharapkan masyarakat akan memilih kendaraan umum.

“Headway kita usahakan 7 menit, bayangkan selama ini ada 20 kendaraan di subtitusi dengan bus. Jadi harapannya jangan lewat ke Kalimalang, tapi naik bus, anjurannya naik bus,” tukas dia.

Seperti diketahui, akan disediakan 40 bus premium dai Bekasi ke Jakarta dengan tarif Rp20.000 sekali jalan serta parkir mobil di Mega City Bekasi dengan maksimal tarif Rp10.000 dengan syarat menunjukkan tiket bus premium.

Sebelumnya

1 / 3