Canda Jimly soal PT 20%: AHY kalau mau nyalon kan terhambat

Sumber

Merdeka.com – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie menilai partai haluan tengah yang oposisi merupakan pihak tercederai akibat Presidential Threshold (PT) 20 persen. Menurut dia, bilamana partai tersebut ingin mengajukan sosok calon presiden, persentase mereka akan selalu kurang.

BERITA TERKAIT

“Jadi kalau kelompok alternatif tidak bisa jadi 2 kelompok, karena kurang dan butuh 2 partai koalisi. (Misal) kalau Demokrat dengan PAN tidak cukup, Demokrat dengan PKB juga tidak, dia butuh 3,” kata Jimly dalam diskusi di Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (12/7).

“Jadi ini kan terhambat, AHY (kalau mau nyalon) kan terhambat itu,” selorohnya.

Kendati demikian, lanjut dia, tidak hanya Demokrat yang tampak merasa dirugikan dengan ambang batas pencalonan presiden 20 persen. Namun juga, partai lain yang sekiranya ingin mencalonkan pilihannya namun terbentur aturan tersebut.

“Jadi yang tercederai tidak hanya Demokrat, tapi semua partai di luar pemerintahan, bahkan yang di dalam juga. (Misal) kan ada yang nyapres,” jelas Jimly.

Oleh karena itu, Jimly berharap, Mahkamah Konstitusi (MK) bisa lebih bijak lagi dalam menyikapi sidang uji materi tentang permohonan uji materi Pasal 222 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Pasal ini mengatur ambang batas pencalonan presiden dan wakil presiden.

“Berpikir lebih luas, jadi kalau dikabulkan ini putusan baru dengan argumen baru,” tandas dia.

Reporter: Muhammad Radityo Priyasmono

Sumber: Liputan6.com [gil]