G20 Pilih Main Aman di Era Ekonomi Digital?

Sumedang Media, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berpandangan perkembangan yang sangat cepat dalam perubahan teknologi dan transformasi lapangan kerja merupakan tantangan yang harus dihadapi saat ini.

“Sulitnya memprediksi secara akurat arah perkembangan teknologi dan ekonomi digital terhadap pertumbuhan dan produktivitas mendorong pengambil kebijakan memiliki pandangan netral dalam proses penyusunan kebijakan,” kata Sri Mulyani dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat (23/3/2018).

Menanggapi hal tersebut, forum G20 mengusulkan perlunya menjadikan proyek infrastruktur sebagai asset class. Untuk mencapai ambisi tersebut, G20 akan memberikan guidance terkait standardisasi kontrak, termasuk dokumen-dokumen yang diperlukan, persiapan proyek, dan mengatasi data gaps.

Menkeu Sri Mulyani mendukung agenda ini karena sejalan dengan program nasional untuk mendorong percepatan infrastruktur dengan pembiayaan besar.

Ia juga berharap agar Forum G20 dapat menghasilkan petunjuk bagi Indonesia dalam menjadikan infrastruktur sebagai asset class, sehingga menumbuhkan peran besar investor swasta dalam program infrastruktur nasional.

Selain mendiskusikan dua agenda prioritas di atas, para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 juga berdiskusi mengenai isu perekonomian global, reformasi sektor keuangan, perpajakan, tatanan keuangan internasional, dan anti pembiayaan terorisme.

Dalam diskusi mengenai perekonomian global, para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 menggarisbawahi perlunya mitigasi kebijakan dalam menghadapi risiko global, antara lain financial vulnerabilities dan inward looking policies.

Menkeu Sri Mulyani berpandangan, risiko financial vulnerabilities yang disebabkan oleh normalisasi kebijakan moneter sudah mulai dimengerti oleh pasar saat ini. Namun, munculnya inward looking policies berpotensi menimbulkan disrupsi terhadap pertumbuhan serta memperbesar risiko kerentanan keuangan yang ada.

Oleh karena itu, perlu usaha bersama dalam memperkuat jaring pengaman keuangan global, termasuk jaring pengaman dalam lingkup regional, bilateral, maupun domestik; serta mencari alternatif sumber pertumbuhan baru dan selalu menjaga proses komunikasi kebijakan secara transparan dan jelas untuk menghindari spillover negatif ke negara-negara lain.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati baru saja menghadiri pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 yang dilaksanakan di Buenos Aires, Argentina pada 19-20 Maret 2018.

Pertemuan yang dihadiri oleh 20 negara anggota G20, negara undangan dan observer, serta institusi internasional seperti FSB, FATF, UN, ECB, IMF, World Bank, European Commission, BIS, dan OECD itu membahas risiko-risiko utama dalam outlook perekonomian global dan juga kebijakan-kebijakan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang kuat, berkelanjutan, seimbang, dan inklusif. [hid]

Inilah