Gas Beracun Berasal dari Bualan di Kawah Ijen

BANYUWANGI, KOMPAS.com – Kepala Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Jatim wilayah V Banyuwangi, Sumpena menjelaskan, gas beracun yang membuat beberapa warga Bondowoso keracunan berasal letupan atau bualan di kawah Gunung Ijen.

Bualan tersebut muncul karena air hujan membuat permukaan kawah yang panas menjadi dingin. Sehingga muncul letupan di dalam kawah atau bualan yang membawa material gas vulkanik.

Gas beracun tersebut kemudian terbawa air Sungai Kali Pait dan terhirup oleh warga yang tinggal di Watucapil yang dilewati sungai Kali Pait. Sungai ini berasal dari kawah Gunung Ijen,” jelas Sumpena kepada Kompas.com, Kamis (22/3/2018).

Ia mengatakan, fenomena bualan tersebut rutin setiap tahun saat musim hujan. Namun bualan yang muncul tadi malam cukup besar dibanding tahun-tahun sebelumnya.

(Baca juga : Gunung Ijen Keluarkan Gas Beracun, Sejumlah Warga Dilarikan ke Rumah Sakit )

Pada tahun 2017, menurut Sumpena, bualan juga muncul pada bulan Maret hingga Juni. Hal itu menyebabkan pendakian Gunung Ijen yang biasanya dibuka jam 1 dini hari baru dibuka pukul 3 dini hari.

“Tadi malam kita tidak berani mendekat kawah, tapi pagi ini secara pandangan mata bualannya tidak ada tapi masih kita evaluasi,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, sejak Kamis dini hari pendakian ke Gunung Ijen di tutup baik untuk wisatawan maupun penambang belerang.

“Tadi malam tidak ada pengunjung yang naik. Kita tutup sementara sampai ada evaluasi. Jika dirasa sudah aman baru kita buka kembali,” jelasnya.

Ia menambahkan, kemungkinan gas beracun mengarah ke Banyuwangi sangat kecil karena gas mengikuti arah sungai ke Bondowoso. “Hingga hari ini korban berasal dari warga Bondowoso, untuk Banyuwangi masih aman,” pungkasnya.

Kompas TV Mantan managing director World Bank ini pun mengundang para delegasi acara IMF dan Bank Dunia untuk ke Ijen.