Ini Lho Jawaban Sri Mulyani Atas Isu Membengkaknya Utang Indonesia (1)

WARTA KOTA, PALMERAH–Menteri Keuangan Sri Mulyani tengah menjadi sorotan. Mengapa? Ia mendapat kritik atas membengkaknya utang luar negeri Indonesia.

Memasuki tahun 2018, utang luar negeri Indonesia mengalami kenaikan 10,3 persen mencapai Rp 4.915 triliun. 

Kondisi ini, menjadi bulan-bulanan sejumlah pihak yang dinilai menjelekan pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Gerah atas kecaman berbagai pihak atas melonjaknya utang luar negeri Indonesia, Sri Mulyani pun memberikan tanggapan. Berikut tanggapannya:

1) Perhatian politisi dan beberapa ekonom mengenai kondisi utang beberapa bulan terakhir sungguh luar biasa.

Dikatakan luar biasa dikarenakan isue ini dibuat dan diperdebatkan seolah-olah Indonesi sudah dalam kondisi krisis utang sehingga masyarkat melalui media sosial juga ikut terpengaruh dan sibuk membicarakannya.

Sebagai menteri keuangan dan pengelola keuangan negara, perhatian elit politik, ekonom dan masyarakat terhadap utang tentu sangat berguna untuk terus menjaga kewaspadaan agar apa yang dikhawatirkan yaitu terjadinya krisis utang, tidak menjadi kenyataan.

Namun kita perlu mendudukkan masalah, agar masyarakat dan elit politik tidak terjangkit histeria dan kekhawatiran berlebihan yang menyebabkan kondisi masyarakat menjadi tidak produktif.

Kecuali kalau memang tujuan mereka yang selalu menyoroti masalah utang adalah untuk membuat masyarakat resah, ketakutan dan menjadi panik, untuk kepentingan politik tertentu.

Upaya politik destruktif seperti ini sungguh tidak sesuai semangat demokrasi yang baik dan membangun.