Lima Wanita Berpeluang Jadi Cawapres

INDOPOS.CO.ID – Terdapat lima orang wanita yang berpotensi bakal maju para Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Mereka yakni, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, mantan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dan Walikota Surabaya Tri Rismaharini.

”Setidaknya ada lima nama tokoh nasional perempuan yang berpotensi maju pada pilpres 2019. Sedangkan untuk Risma membutuhkan kerja keras yang besar karena masih dalam tahap walikota. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan untuk maju di putaran berikutnya,” ujar Cecep Hidayat, Pengamat politik dari Universitas Indonesia saat dihubungi, Selasa (20/3).

Dari empat tokoh nasional berpotensi terkecuali Risma, Cecep melihat, masing-masing dari mereka memiliki kekuatan dan kekurangan yang berbeda. Puan dengan latar belakang politik dan didukung oleh partai politik mempunyai posisi kuat di pemerintahan. Namun, selama menjabat sebagai menteri, Puan masih belum muncul ke permukaan sehingga tidak terlalu dikenal publik. Kekurangan Puan justru menjadi kelebihan dari Sri Mulyani dan Susi. 

Sebagai menteri, sambung Cecep, keduanya terlihat sebagai pengambil kebijakan yang tegas dan memiliki karakter tangguh. Dampaknya, popularitas Sri dan Susi di tengah publik Indonesia sudah tinggi, tidak terkecuali di kalangan generasi muda. ”Oleh sebab itu Puan popularitas dan elektabilitasnya rendah,” tukas Cecep.

Untuk berbicara dukungan dari organisasi nonpolitik, lanjutnya, sosok Khofifah tidak bisa diabaikan. Bahkan, secara paralel, jika dukungan partai politik dan Nadhlatul Ulama (NU) diakumulasi maka ia berpotensi besar untuk menjadi cawapres. 

Dengan kelebihan mereka, Cecep mengatakan, kemungkinan cawapres dalam pilpres 2019 diisi oleh tokoh nasional perempuan. ”Sekarang, tinggal diukur saja apa prestasi mereka selama ini, apa yang sudah mereka lakukan sebelumnya untuk Indonesia dan kesesuaian visi mereka dengan capres,” ucapnya.

Pengamat politik Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) Said Salahudin mengatakan, Indonesia memiliki banyak tokoh wanita politik yang layak diperhitungkan untuk menjadi cawapres. ”Indonesia memang banyak wanita-wanita hebat dan mumpuni sebagai cawapres. Kemarin kita dengar ada nama Sri Mulyani, ada nama Susi Pudjiastuti,dan juga nama Puan Maharani,” kata Said, Selasa (20/3).

Namun, ia menyebut, dengan nama-nama tersebut, para calon presiden nantrinya harus melihat siapa saja yang memiliki paling banyak peluang untuk memenangkan pilpres 2019 mendatang. Nama seperti Sri Mulyani dan Susi Pudjiastuti dinilai malah tak berpeluang banyak. ”Nama Sri Mulyani itu yang memang memiliki potensi untuk menjadi cawapres. Tapi kita lihat, apakah dia cukup berpeluang? Tidak, karena dia tak ada kemampuan untuk mengusulkan,” kata Said.

Begitupun juga, menurut dia, dengan nama Susi Pudjiastuti. Meskipun saat ini dia disebut-sebut sedang dekat dengan Ketua Umum PDIP Megawati, secara jelas dia tak bisa diusung karena tak memiliki partai untuk mengusulkannya. ”Saat ini kita berbicara realistis saja, kita pilih nama-nama tokoh yang memang memiliki potensi suara. Bukan hanya sekadar orang itu layak, orang ini layak,” tuturnya.

Sementara, Pengamat Politik dari Universitas Paramadina Toto Sugiarto menuturkan, cawapres  perempuan pada pilpres 2019, bukan sesuatu yang negatif. Bahkan, perempuan memiliki potensi untuk meningkatkan elektabilitas capresnya pada pesta demokrasi terbesar tahun depan. 

Dia menegaskan, tidak berbeda dari cawapres laki-laki, sosok perempuan akan menyumbang kemenangan apabila memang memiliki sejumlah kriteria. Yakni, elektabilitas tinggi, mempunyai basis masa dan didukung partai politik. 

Toto mengutarakan,  para perempuan-perempuan berkompetensi tersebut bisa saja mendampingi Jokowi atau Prabowo bahkan calon lainnya yang akan maju sebagai capres nantinya. Identitas yang bisa melengkapi capres juga akan memperbesar kolom suara. Identitas perempuan melengkapi laki-laki seperti pasangan capres-cawapres dari Jawa dan non Jawa. Khusus Sri Mulyani akan melengkapi Jokowi maupun Prabowo yang digadang-gadangkan maju sebagai capres bukan orang ekonomi.

Dia mengatakan, setengah dari masyarakat Indonesia yang sudah berhak memilih dalam pilpres 2019 adalah perempuan. ”Dengan adanya sosok cawapres perempuan, mereka akan merasa terwakili dan besar kemungkinan akan memilihnya,” imbuhnya. (aen)

TOPIK BERITA TERKAIT: #cawapres-2019 #pemilu-2019 #pilpres-2019