Menkominfo Jamin Pemblokiran Total Kartu SIM Tak Bakal Molor

Rudiantara menyebut, proses pemblokiran kartu SIM prabayar ini dilakukan sesuai dengan tahap-tahap pemblokiran yang sebelumnya diumumkan Kemkominfo. Untuk tahap pertama, pemblokiran yang dimaksud adalah panggilan dan SMS ke luar (layanan outgoing call dan kirim SMS).

“Setelah 28 Februari 2018, pelanggan dikurangi layanannya, jadi tidak bisa telepon dan SMS. Tetapi untuk registrasi melalui SMS ke 4444 masih bisa,” kata Rudiantara.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, para pelanggan yang nomornya diblokir layanan outgoing call dan kirim SMS-nya ini diberi waktu hingga akhir Maret untuk melakukan registrasi.

Setelah itu, jika masih belum melakukan registrasi, pemblokiran akan ditingkatkan ke layanan lainnya per 1 April 2018. “Selanjutnya dikurangi layanannya tidak bisa telepon (incoming call dan terima SMS) tetapi untuk SMS registrasi masih tetap bisa,” tambah pria yang karib disapa Chief RA ini.

Terakhir, lanjut dia, jika pelanggan masih juga tak melakukan registrasi hingga akhir April 2018, pemblokiran akan ditingkatkan hingga pengguna tak bisa menelepon, kirim SMS, menerima telepon, menerima SMS, serta mengakses internet.

“Terakhir paket datanya (dinonaktifkan), setelah itu blok total,” kata Rudiantara.

Sekadar informasi, dalam rapat kerja ini, Menkominfo juga memaparkan jumlah kartu prabayar yang telah teregistrasi. Versi operator telekomunikasi, jumlah kartu prabayar yang sudah registrasi sebanyak 304,8 juta. Sementara berdasarkan data Dukcapil sebanyak 350,7 juta yang telah teregistrasi.

Setelah proses registrasi prabayar selesai dilakukan pada Mei nanti, pemerintah akan melakukan rekonsiliasi untuk mengetahui berapa total kartu prabayar yang beredar di masyarakat.

(Tin/Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Menkominfo juga mengapresiasi Indosiar dalam menjaga keberagaman dalam menghadirkan hiburan dan berita di daerah Indonesia.