pmTsHjvii96GPjQAwi-agzZG4CB4ZbnTkjdLI4picFg

Menteri Sri Mulyani sebut utang jadi isu mainan lawan Presiden Jokowi

Sumber

Merdeka.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali angkat bicara soal masalah utang pemerintah. Menurut dia, masalah utang ini menjadi sasaran tembak bagi pihak-pihak yang kontra terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

BERITA TERKAIT

Dia menyatakan, pemerintah memiliki anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 sebesar Rp 2.220 triliun. Namun dari anggaran yang telah dialokasikan pemerintah untuk masyarakat, lanjutnya, yang disoroti oleh sejumlah pihak justru masalah utang. Per Februari 2018, total utang pemerintah mencapai Rp 4.034,8 triliun.

“Sehingga orang membuat masalahnya dari Rp 2.220 triliun itu yang dilihat utang saja, kemudian ditakut-takutin. Padahal, mereka tidak ada hubungannya dengan utang. Kita yang kerjain, kita mengelolanya dengan prudent, kita juga coba untuk jelaskan. Mereka juga tidak melihat keseluruhan. Mereka mencoba cari satu titik saja. Dan itu dieksploitir, itu teknik komunikasi dari pihak lawan,” kata dia dalam Seminar Nasional Kehumasan Pemerintah, di Jakarta, Senin (16/4).

Oleh sebab itu, Menteri Sri Mulyani meminta agar bidang kehumasan dari berbagai kementerian dan lembaga (K/L) untuk bisa mensosialisasikan secara baik hal-hal yang telah dilakukan pemerintah. Sehingga jangan sampai masyarakat menilai yang dilakukan pemerintah selama ini hanya menambah utang saja.

“Kalau kita punya lapangan yang besar dengan amunisi yang banyak, kita dikasih satu semut saja kaya kelojotan. Ya itu salahnya kita. Namun, tentu tidak semua kami di Kemenkeu yang bicara, makanya seluruh kementerian lembaga harus bisa mempresentasikan,” tutur dia.

Menteri Sri Mulyani menambahkan, dari anggaran dalam APBN tersebut, pemerintah memiliki program-program yang langsung menyentuh masyarakat, seperti untuk pendidikan dan kesehatan.

“Jadi angka itu dibikin hidup, dibuat connect dengan emosi masyarakat. Anggaran dari kementerian ada yang kurang dari Rp 1 triliun. Pendidikan yang kita guyurkan kepada masyarakat itu Rp 444 triliun, kesehatan Rp 110 triliun. Hal ini bisa saja tidak berarti bagi masyarakat dan menganggap pemerintah it’s not doing enough. Kalau kita tidak buat itu hidup dan nyata, APBN tahun ini Rp 2.220 triliun itu seperti tidak ada apa-apanya,” ujar dia.

Reporter: Septian Deny

Sumber: Liputan6

[bim]