PDIP Lirik Sri Mulyani, Susi dan Mahfud Md Jadi Cawapres Jokowi

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mempertimbangkan tiga tokoh non politik sebagai kandidat calon wakil presiden pendamping Joko Widodo (Jokowi). Mereka yakni Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Keuangan Sri Mulyani, serta mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, dinilai sebagai figur non partai politik yang memiliki reputasi bagus.

“Bu Sri Mulyani yang kurang apa sih ya, ada Bu Susi dengan gebrakannya, keberaniannya memperlihatkan Indonesia harus berdaulat, kemudian dengan Prof Mahfud. Ini semua akan jadi bagian dari pertimbangan,” kata politikus PDIP Arteria Dahlan di kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (26/3).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan

Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.

Alamat email Anda telah terdaftar

Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA

Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi

Silahkan mengisi alamat email

Silahkan mengisi alamat email dengan benar

Masukkan kode pengaman dengan benar

Silahkan mengisi captcha

Menurut Arteria, berbagai kandidat tersebut masih berada dalam tahap penjaringan yang dilakukan tim internal PDIP. Penjaringan masih dilakukan agar cawapres yang dipilih nantinya dapat membuat Jokowi nyaman lantas menjalankan fungsi pemerintahan dengan baik.

“Kalau menjaring melihat tokoh-tokoh potensial, nama-nama yang tadi disebut masuk radar kami untuk dilakukan penjaringan,” kata Arteria.

(Baca juga: Survei: Jenderal Gatot & Sri Mulyani Kandidat Kuat Cawapres Jokowi)

Arteria mengatakan, penjaringan kandidat cawapres tim internal PDIP dilakukan bersamaan dengan kerja dari tim informal yang dibuat Jokowi. Adapun, Arteria menyebutkan tim informal yang dibentuk Jokowi ditujukan agar dapat menampung perspektif dari masyarakat sipil dan pegiat demokrasi.

“Kenapa dibuat tim itu ya tentunya kami juga ingin menutup celah perspektifnya partai politik yang belum tentu sama dengan perspektifnya masyarakat sipil, pegiat demokrasi dan lainnya. Makanya diberikan ruang untuk menutup itu,” kata dia.

Adapun, Arteria menyebutkan bahwa dalam tim informal ada keterlibatan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno. Keduanya masuk dalam tim informal karena dinilai tak memiliki kepentingan langsung.

“Kami pikir Pak JK tokoh bangsa punya pengalaman dengan Pak Jokowi. (Dia) tahu yang pak Jokowi cocoknya dengan orang yang macam mana,” kata Arteria.

(Baca juga: Megawati Kantongi Daftar Nama Cawapres Jokowi)

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, pengerucutan nama-nama kandidat cawapres dari internal partai akan mulai dilakukan setelah Pilkada 2018 selesai. Menurut Hasto, PDIP nantinya akan duduk bersama para partai koalisi pendukung Jokowi untuk membahas hal tersebut.

“Akan ada waktunya ketika kami nanti duduk satu meja untuk bahas siapa pendamping terbaik Jokowi,” kata Hasto.

Sebelumnya, Ketua (non-aktif) DPP Bidang Politik dan Keamanan PDIP Puan Maharani menyebutkan partainya telah mengantongi beberapa nama yang bakal menjadi cawapres pendamping Jokowi. Daftar nama ini telah dikantongi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri berdasarkan pengkajian tim internal yang dibentuk PDIP.

“Insya Allah kami sudah punya nama,” kata Puan di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta, Jumat (23/8).

Menurut Puan, tim internal PDIP menjaring nama-nama cawapres secara terbatas dan tertutup. Nantinya, nama tersebut akan disampaikan Megawati setelah berdiskusi dengan Jokowi.

“Itu keputusan nanti disampaikan Ibu Ketum setelah berbicara dengan Calon Presiden 2019 Pak Joko Widodo,” kata dia.

(Baca juga: Jokowi Disebut Kantongi Lima Nama Kandidat Cawapres)