Pemerintah Akan Tambah Masa Konsesi BUJT Agar Tarif Tol Turun

TEMPO.CO, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat berencana menurunkan tarif tol untuk jenis kendaraan angkutan logistik. Menteri PU Basuki Hadimuljono mengatakan caranya dengan menambah masa konsesi bagi operator jalan tol dan mengubah komposisi golongan tarif bagi angkutan logistik.

Basuki menuturkan selama ini masa konsesi bagi operator jalan tol berikisar 35-40 tahun dan pemerintah berniat menambahnya hingga menjadi 50 tahun. “Kami coba penambahan masa konsesi ini menjadi 15 tahun, artinya jadi 50 tahun,” katanya seusai bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 22 Maret 2018.

Simak: Saham Jasa Marga Terimbas Rencana Penuruan Tarif Jalan Tol

Adapun terkait perubahan komposisi golongan kendaraan, Basuki mengatakan pemerintah ingin ke depan hanya ada dua golongan bagi angkutan logistik. Jika kini kendaraan terbagi ke dalam golongan II, III, IV, dan V, nanti cukup golongan II dan III.
“Kendaraan yang masuk golongan III, IV, dan V akan digabung menjadi satu tarif tol yaitu di golongan III. Ini yang dilaporkan dan beliau setuju untuk menerapkan,” ujarnya.

Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani mengatakan pihaknya setuju penurunan tarif tol dengan cara perpanjangan masa konsesi asalkan internal rate of return (IRR) tidak berubah. “Kami dukung sekali,” kata dia.

Senada dengan Desi, Direktur Astra Infra Wiwiek D. Santoso mengatakan bagi investor yang paling penting adalah kepastian dan komitmen terhadap perjanjian bisnis. Sepanjang IRR-nya sesuai dengan perjanjian awal, pihaknya tidak keberatan.

“Sepanjang sharing risk terjaga dan ada kepastian untuk pengembalian itu dan IRR-nya tetap dipegang, saya kira masih baik,” kata Wiwiek.

Namun Wiwiek berujar tambahan 15 tahun yang dikemukakan pemerintah masih gambaran umum. Perlu ada hitungan di tiap-tiap ruas tol yang ada.

Selain itu, Basuki menerangkan dirinya telah menghubungi Menteri Keuangan Sri Mulyani terkait pemanfaatan Tax Holiday terhadap proyek tol baru, seperti Tol Sumatera. Namun selama ini, kata dia, program tersebut tidak laku.

“Ini kan tidak ada yang mau, ini dikasih Tax Holiday untuk konstruksi bisa menurunkan harga. Ini untuk semua tol yang baru nanti,” ucapnya.