Pertemuan IMF Bali, BNPB Siapkan Langkah Evakuasi

BNPB siapkan skenario penanggulangan bencana jika terjadi erupsi atau gempa.

REPUBLIKA.CO.ID, NUSA DUA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan rencana evakuasi apabila terjadi bencana alam saat pelaksanaan pertemuan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia di Nusa Dua, Bali, pada Oktober 2018.

Kepala BNPB Willem Rampangilei ketika membuka sosialisasi Hari Kesiapsiagaan Bencana di BNDCC Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, mengatakan proses evakuasi tersebut akan disimulasikan dalam latihan yang digelar pada 26 April 2018, sekaligus dijadikan sebagai Hari Kesiapsiagaan Bencana.

Tanggal itu, kata dia, bertepatan dengan hari lahirnya Undang-Undang Nomor 4 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana yang merubah paradigma penanggulangan dari responsif menjadi preventif. “Kami buat skenario penanggulangan bencana jika seandainya saat kegiatan itu terjadi erupsi dan gempa. Jadi dua ini kami antisipasi,” kata Willem.

Baca juga, Luhut: Pertemuan IMF, Indonesia Semakin Dikenal.

Penyiapan rencana evakuasi itu, kata dia, mengingat tantangan potensi bencana salah satunya gempa bumi di Indonesia bertambah dari 110 titik pada 2010 menjadi sekitar 295 titik potensi gempa pada 2017.

“Belum lagi terkait perubahan iklim, degradasi lingkungan dan lainnya sehingga ke depan ini perlu diantisipasi bersama, membangun kesadaran agar selamat dari bencana,” ucap Willem.

Simulasi evakuasi bencana itu, lanjut dia, akan diikuti ratusan peserta dari berbagai komponen masyarakat termasuk unsur pemerintah, TNI dan Polri, dunia usaha, pelaku pariwisata, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan dan masyarakat.

“Menghadapi fakta (potensi bencana) itu kami melakukan upaya bersama secara gotong royong, bersama dan secara nasional dalam membangun partisipasi dan kesadaran bersama menghadapi bencana,” ucapnya.

Sebagai tahap awal rencana evakuasi, BNPB memasang rambu dan jalur evakuasi secara simbolis di kawasan Nusa Dua, Bali. Pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia di Bali akan dihadiri lebih dari 15 ribu delegasi yang merupakan para kepala negara dan penentu kebijakan bidang keuangan dan moneter dari 189 negara.

Untuk itu, momentum tersebut juga dijadikan wadah menunjukkan kepada dunia terkait kesiapsiagaan Indonesia dan khususnya Bali dalam menghadapi bencana.