Perusahaan di Kawasan Berikat Catatkan Ekspor USD750,7 Triliun

Sumber

JAKARTA – Pengembangan Kawasan Berikat (KB) dan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) ternyata membuahkan hasil. Kementerian Keuangan mencatat dari dua komplek pelaku usaha tersebut mampu menciptakan ekspor sebesar USD54,8 miliar (setara Rp750,7 triliun) atau 37,7% dari total ekspor nasional.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, Presiden terus meminta Kabinet Kerja  memacu investasi dan ekspor. Hal ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menumbuhkan ekonomi berkelanjutan.

Kementerian Keuangan sebagai pengelola keuangan negara pun turut serta dalam menciptakan kondisi perekonomian terutama investasi dan ekspor. Caranya dengan membebaskan pungutan kepada pengusaha dalam menciptakan ekspor dan menciptakan lapangan kerja.


Baca Juga: 140 Ton Manggis Khas Purwakarta Tembus Pasar Asia

BERITA TERKAIT +


“Hal ini bisa dilihat dari komplek pelaku usaha. Di mana  Bea Cukai melakukan kajian mengenai dampak dari fasilitas  Kawasan Berikat dan KITE. Ekspor mencapai USD54,8 miliar atau 37,7% dari total ekspor nasional,” ujarnya di PT Samick Indonesia, Cileungsi, Jawa Barat, Selasa (27/3/2018).

Sri Mulyani mengungkapkan, perusahaan yang berada di dua kawasan pelaku usaha ini sebenarnya masih impor bahan baku. Namun, secara rasio eskpor dan impor masih 3,04 kali dengan perbandingan impor dan ekspor adalah 1:3.

Sementara itu, untuk investasi dari Kawasan Berikat dan KITE tercatat mencapai Rp168 triliun yang mampu menyerap hingga 2,1 juta tenaga kerja Indonesia pada 2016.

“Itu 13,5% dari seluruh tenaga kerja  industri nasional. Penerimaan negara dari pajak Rp64,9 triliun dan pajak daerah Rp8,7 triliun. Kontribusi mereka 3,59% dari PDB,” tuturnya.

Baca Juga: Kemendag: Kopi Salah Satu Produk Ekspor Utama RI


Mantan Direktur Bank Dunia ini melanjutkan, supaya investasi dan ekspor ke depan semakin meningkat, Bea dan Cukai memberikan program fasilitas dan perlakuan khusus dalam proses kepabeanan. Ada dua sertifikat yang diberikan, salah satunya Authorized Economic Operator (AEO).

“Dari pelayanan yang diberikan semakin baik, perusahaan yang mendapat AEO di 2017 mampu berkontribusi menyerap 180 ribu tenaga kerja dan ekspor Rp167,3 triliun, dengan penerimaan negara dalam bentuk pajak mencapai Rp14,6 triliun,” ujarnya.

(ulf)

(rhs)


Fatal error: Uncaught wfWAFStorageFileException: Unable to save temporary file for atomic writing. in /home/corongid/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php:30 Stack trace: #0 /home/corongid/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php(648): wfWAFStorageFile::atomicFilePutContents('/home2/corongid...', '<?php exit('Acc...') #1 [internal function]: wfWAFStorageFile->saveConfig('transient') #2 {main} thrown in /home/corongid/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php on line 30