Prabowo dan Indonesia bubar 2030

Suasana rapat Konsolidasi dan Deklarasi kader DPW Partai Gerindra se-Provinsi Lampung di Bandar Lampung, Lampung, Senin (19/3).

Suasana rapat Konsolidasi dan Deklarasi kader DPW Partai Gerindra se-Provinsi Lampung di Bandar Lampung, Lampung, Senin (19/3). | Ardiansyah /Antara Foto

Republik Indonesia sudah dinyatakan tidak ada lagi tahun 2030.”

Pernyataan itu tegas muncul dalam pidato berapi-api Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Pidato Prabowo itu sedianya berlangsung pada acara Konferensi Nasional dan Temu Kader di Sentul Bogor pada Oktober 2017. Cuplikan pidato kembali bergaung dalam versi singkat 1 menit 19 detik setelah diunggah ulang laman terverifikasi Facebook Partai Gerakan Indonesia Raya pada 19 Maret 2018.

“Saudara-saudara! Kita masih upacara, kita masih menyanyikan lagu kebangsaan, kita masih pakai lambang-lambang negara, gambar-gambar pendiri bangsa masih ada di sini, tetapi di negara lain mereka sudah bikin kajian-kajian, di mana Republik Indonesia sudah dinyatakan tidak ada lagi tahun 2030.”

Sebelum di Sentul, Prabowo sudah menyinggung Indonesia bubar pada 2030. Prabowo pernah bicara soal yang sama ketika menghadiri peresmian dan bedah buku ‘Nasionalisme Sosialisme dan Pragmatisme Pemikiran Ekonomi Politik Soemitro Djojohadikusumo’ di Universitas Indonesia, pada 18 September 2017.

Video acara yang diadakan di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Depok itu diunggah melalui laman YouTube. Sebelum memulai presentasi, Prabowo menunjukkan buku yang dia bawa sebagai oleh-oleh untuk FEB UI.

Pertama, Prabowo menunjukkan dua buku berjudul Destined for War: Can America and China Escape Thucydides’s Trap? serta War by Other Means: Geoeconomics and Statecraft.

Setelah itu, Prabowo juga menunjukkan satu buku berjudul The Ghost Fleet Yang ditulis oleh PW Singer and August Cole pada 2015.

“Sebetulnya ini novel, tetapi ditulis oleh dua ahli strategi Amerika menggambarkan sebuah skenario perang Ameria dengan China tahun 2030. Yang menarik bagi kita di sini hanya satu, mereka mengamati, Republik Indonesia sudah tidak ada lagi,” kata Prabowo.

Prabowo menegaskan sumbernya ketika hadir di sebuah acara di Hotel Millenium, Jakarta pada Kamis (22/3/2018). “Jadi di luar negeri itu ada scenario writing, yang nulis itu ahli-ahli intelijen strategis. Dibuka dong, baca dong,” ujar Prabowo melalui Kompas.com.

Prabowo menyampaikan skenario tersebut sebagai peringatan bagi pemerintah Indonesia untuk tidak menganggap enteng berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Indonesia, seperti kemiskinan, kesenjangan ekonomi, penguasaan sumber daya, hingga persoalan lingkungan.

Ia menegaskan pemerintah Indonesia jangan terlalu lugu akan ancaman pihak luar terhadap kedaulatan Indonesia. Sebab, berbagai kekayaan manusia, sumber daya alam hingga kebudayaan menjadi sasaran perebutan pihak asing.

“Bahwa banyak iri sama kita banyak yang tidak punya sumber daya alam jadi mereka inginnya menjadi kaya dari kita, kita disuruh miskin terus jadi ini fenomena ya,” kata Prabowo.

Prabowo mempersilakan jika berbagai pihak tak memercayai apa yang ia sampaikan. Ia menilai, hal itu merupakan kewajiban sebagai warga negara untuk mengingatkan negara akan potensi ancaman tertentu.

Jokowi tertawa

Presiden Joko Widodo tertawa ketika jurnalis meminta pendapatnya mengenai pernyataan Prabowo ihwal Indonesia bubar 2030. Usai tawanya mereda, Jokowi mengatakan seharusnya kita semua memandang masa depan dengan rasa optimisme, bukan sebaliknya.

“Kita memandang ke depan itu harus memandang dengan rasa optimisme. Kita memandang ke depan itu harus juga memberikan sebuah harapan yang lebih baik kepada anak-anak muda kita, kepada rakyat kita,” kata Jokowi melalui Kompas.com ketika menghadiri Rapimnas Ke-2 Partai Perindo di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Rabu (21/3/2018).

Presiden mengatakan bangsa Indonesia pasti akan menghadapi sejumlah tantangan serta hambatan. Jokowi mengingatkan, sebagai bangsa yang besar, Indonesia harus tetap kuat menghadapi tantangan yang ada.

“Sesulit apa pun tantangan yang ada, sesulit apa pun hambatan yang ada, itu harus memberikan rasa optimisme, rasa harapan ke depan lebih baik, memang harus seperti itu,” kata Presiden.

Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi mengatakan apa yang disampaikan Prabowo bertolak belakang dengan optimisme para pakar ekonomi dunia.

Johan mengatakan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla saat ini berada dalam jalur untuk memajukan Indonesia dan menjadi negara yang diperhitungkan dunia melalui program Indonesia Emas 2045.

Johan mengatakan, saat ini sudah ada sejumlah indikator yang menjadikan Indonesia menjadi lebih baik. Dari sisi peringkat kemudahan berinvestasi, misalnya, Indonesia naik ke peringkat kedua setelah Filipina.

Indonesia 2030

Kajian tentang masa depan negara di dunia sebenarnya sudah banyak berseliweran, termasuk Indonesia. Pada 2030, sejumlah negara berkembang diperkirakan bakal mendominasi peringkat ekonomi terkuat di dunia.

Laporan yang dipublikasikan oleh Pricewaterhouse Coopers (PWC), via Businessinsider, memperlihatkan Indonesia akan berada pada peringkat kelima ekonomi terkuat di dunia pada 2030, di bawah China, Amerika, India, dan Jepang.

Pemeringkatan negara berdasarkan proyeksi produk domestik bruto (PDB) global dari purchasing power parity (PPP). PPP adalah model yang mendeskripsikan daya beli dan nilai sebuah mata uang.

Pada 2050, PWC bahkan memprediksi Indonesia berada di urutan ke-4 ekonomi terkuat dunia di bawah China, India, dan Amerika.

“Kalau PPP dihitung 2030 tentu ini masuk akal saja yang disampaikan PwC,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (7/9/2017) melalui Kontan.co.id.

Sri Mulyani mengatakan, ukuran ekonomi Indonesia sudah termasuk besar jika memasukkan perhitungan paritas daya beli atau PPP. Oleh karena itu, bukan tidak mungkin, ekonomi Indonesia ke depan masuk dalam lima besar negara dengan ukuran ekonomi terbesar.