Presiden Keluhkan Restitusi Pajak, Sri Mulyani: Sekarang Hanya 1 Bulan

BOGOR – Presiden Joko Widodo (Jokow) memiliki kenangan kurang baik saat mengurus restitusi atau pembayaran kelebihan setoran pajak bagi dunia usaha. Kepala Negara harus menyelesaikannya dalam waktu sampai 1 tahun.

“Kapok saya enggak akan saya urus restitusi lagi. Lebih banyak pusingnnya dari pada urus restitusinya. Tapi kenyataannya seperti itu,” ungkapnya, dihadapan para pengusaha, di PT Samick Indonesia, Cileungsi, Jawa Barat, Selasa (27/3/2018).

BERITA TERKAIT +

 Baca Juga: Tolak Tepuk Tangan, Presiden Tak Puas Masih Ada Izin Berhari-hari

Menanggapi keluhan Presiden, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku, bahwa proses pengurusan restitusi sekarang sudah lebih cepat, dengan waktu hanya 1 bulan.

“Kami umumkan restitusi pajak yang membuat frustasi pengusaha. Maka kami berikan fasilitas percepatan restitusi pajak, yaitu pengusaha MITA dan AEO sebagai bentuk sinergi pajak dan bea cukai. Sebelumnya restitusi pajak eksportir bisa sampai lebih dari setahun, sekarang hanya 1 bulan,” tuturnya.

 Baca Juga: Formulir Kepabeanan Masih Kertas, Presiden Jokowi: Itu Kuno Banget

Untuk diketahui, Authorized Economic Operator (AEO) dan Mitra Utama (MITA) adalah perusahaan yang mendapat fasilitas dan perlakuan khusus dari Kementerian Keuangan untuk memudahkan proses kepabeanan, cukai dan pajak.

Sri Mulyani melanjutkan, dengan dipersingkatnya proses pengurusan restitusi maka itu bisa menjawab tantangan Presiden Jokowi. Di mana sebelumnya, orang nomor satu di Indonesia, mengeluhkan terlalu lamanya waktu pengembalian pajak tersebut.

“Jadi tantang Presiden kita harus bisa menjawab, karena kalau tidak, tidak lulus,” ujarnya

(dni)