Sri Mulyani Akan Teken Aturan Holding Migas Hari Ini

Facebook

Twitter

LINE

WhatsApp

Google+

Telegram

SULSELSATU.com, JAKARTA – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saat ini masih menunggu Keputusan Menteri Keuangan (KMK) terkait nilai saham pemerintah di PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) yang akan dialihkan kepada PT Pertamina (Persero). Holding migas akan resmi terbentuk setelah saham PGN dikuasai Pertamina.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan hal tersebut sedang dalam proses dan akan segera diteken dalam waktu dekat.

“Iya sedang diproses. Ya kalau malem ini saya kembali ke kantor, saya tanda tangan kalo sudah selesai dari biro hukum, paling telat besok,” ungkap Sri Mulyani di Cileungsi, Jawa Barat, Selasa (27/3).

Menurutnya proses tersebut tidak menemui kendala apapun. Sri Mulyani mengklaim saat ini KMK sedang dalam proses pengecekan dari segi hukum. “Keputusan Menteri Keuangannya draftnya yang diperiksa dari sisi hukum saja, enggak ada masalah. Nanti ya,” ujarnya.

Presiden Joko Widodo telah membubuhkan tanda tangan persetujuannya atas Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2018 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke Dalam Modal Saham Pertamina.

Aturan tersebut merupakan landasan hukum dialihkannya saham negara di PGN kepada Pertamina. Jumlah saham Seri B milik Negara di PGN mencapai 56,96% dari total jumlah saham PGN yang beredar. Pengalihan saham tersebut tidak termasuk Saham Seri A Dwiwarna yang hanya dimiliki oleh negara dengan hak-hak khusus yang tidak dimiliki oleh klasifikasi saham seri B.

Editor : Agung Hidayat