pmTsHjvii96GPjQAwi-agzZG4CB4ZbnTkjdLI4picFg

Sri Mulyani Sebut Ada yang Ingin Menakuti Rakyat dengan Isu Utang

Sumber

Liputan6.com, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati kembali menjelaskan soal posisi utang Indonesia, khususnya utang pemerintah yang mencapai Rp 4.034 triliun. Masalah utang saat ini menjadi sasaran tembak bagi pihak-pihak yang kontra terhadap pemerintah. 

Pemerintah, sambungnya, mendesain Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 sebesar Rp 2.220 triliun. Dari anggaran tersebut, pemerintah memiliki program-program yang langsung menyentuh masyarakat, seperti untuk pendidikan dan kesehatan.

“Jadi angka itu dibikin hidup, dibuat connect dengan emosi masyarakat. Anggaran dari kementerian ada yang kurang dari Rp 1 triliun. Pendidikan yang kita guyurkan kepada masyarakat itu Rp 444 triliun, kesehatan Rp 110 triliun. Hal ini bisa saja tidak berarti bagi masyarakat dan menganggap pemerintah it’s not doing enough. Kalau kita tidak buat itu hidup dan nyata, APBN tahun ini Rp 2.220 triliun itu seperti tidak ada apa-apanya,” tegas Sri Mulyani dalam Seminar Nasional Kehumasan Pemerintah, di Jakarta, Senin (16/4/2018).

‎Dari anggaran yang telah dialokasikan pemerintah untuk masyarakat, kata Sri Mulyani, yang disoroti oleh sejumlah pihak, justru masalah utang pemerintah. Per Februari 2018, total utang pemerintah pusat mencapai Rp 4.034,8 triliun.

“Sehingga orang membuat masalahnya dari Rp 2.220 triliun itu yang dilihat utang saja, kemudian ditakut-takutin. Padahal mereka tidak ada hubungannya dengan utang. Kita yang kerjain, kita mengelolanya dengan prudent, kita juga coba untuk jelaskan. Mereka juga tidak melihat keseluruhan. Mereka mencoba cari satu titik saja. Dan itu dieksploitir, itu teknik komunikasi dari pihak lawan,” terangnya.

Oleh sebab itu, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu meminta agar bidang kehumasan dari berbagai kementerian dan lembaga untuk bisa mensosialisasikan secara baik hal-hal yang telah dilakukan pemerintah. Sehingga jangan sampai masyarakat menilai yang dilakukan pemerintah selama ini hanya menambah utang saja.

“Kalau kita punya lapangan yang besar dengan amunisi yang banyak, kita dikasih satu semut saja kayak kelojotan. Ya itu salahnya kita. Namun tentu tidak semua kami di Kemenkeu yang bicara, makanya seluruh kementerian lembaga harus bisa mempresentasikan,” tandas Sri Mulyani